Suara.com - Nama Putri Candrawathi, istri terpidana kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo, kembali menggema di ruang publik.
Bukan karena perkembangan kasusnya, melainkan karena potongan masa hukuman atau remisi yang diterimanya dalam rangka perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, narapidana yang kini mendekam di Lapas Kelas 2 A Tangerang itu mendapatkan total remisi selama sembilan bulan.
Kabar ini sontak memicu perdebatan sengit di kalangan warganet, terutama setelah diketahui bahwa salah satu alasan utama pemberian remisi tambahan adalah keaktifan Putri dalam kegiatan donor darah.
Kepala Lapas Kelas 2 A Tangerang, Triana Agustin, merinci total remisi yang diterima oleh Putri.
Angka sembilan bulan tersebut merupakan akumulasi dari beberapa jenis remisi yang berbeda.
Putri tercatat menerima Remisi Umum (RU) selama 4 bulan dan Remisi Dasawarsa (RD) selama 90 hari atau tiga bulan.
Di atas itu, ia mendapatkan Remisi Tambahan (RT) selama 2 bulan, yang secara spesifik diberikan karena keaktifannya mendonorkan darah.
"Bu Putri aktif donor darah jadi ada remisi tambahan selain RU dan Remisi Dasawarsa. Saya lihat datanya tahun 2024 juga dapat remisi donor darah," kata Triana dikutip Rabu (20/8/2025).
Baca Juga: Berapa Tahun Putri Candrawathi Istri Sambo Dipenjara? Dapat Remisi HUT RI 9 Bulan
Pernyataan ini langsung menjadi bola panas di media sosial.
Banyak netizen yang menyindir kebijakan tersebut dengan komentar jenaka namun kritis.
Tak sedikit yang membandingkannya dengan kewajiban mereka sebagai warga negara.
"Kalau donor darah rutin bisa potong masa tahanan, kami yang sudah puluhan kali donor darah boleh dong minta potongan bayar pajak bumi dan bangunan (PBB) yang tahun ini dinaikkan gila-gilaan sama Pemda," sindir netzen.
Komentar ini disambut ribuan respons setuju, menunjukkan sentimen publik yang merasa ada ketidakadilan dalam penerapan penghargaan dan hukuman di negeri ini.
Di tengah kontroversi remisinya, kondisi Putri Candrawathi di dalam lembaga pemasyarakatan dilaporkan dalam keadaan sehat dan produktif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek