Suara.com - Wacana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memperpanjang jam operasional Taman Margasatwa Ragunan (TMR) hingga malam hari direspons DPRD DKI.
Namun, dukungan itu tidak diberikan secara cuma-cuma.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan pihaknya masih menunggu kajian mendalam dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) sebelum wacana tersebut benar-benar diterapkan.
"Pasti nanti ada kajian dan pertimbangan, kalau memungkinkan dibuka sampai malam kan harus disiapkan segala sesuatunya," kata Yuke kepada wartawan, Kamis (21/8/2025).
Meski begitu, Yuke menilai rencana membuka Ragunan hingga malam bukan sesuatu yang mustahil.
Asalkan Pemprov DKI benar-benar mempersiapkan aspek teknis hingga infrastruktur pendukungnya.
"Kadang orang mau menikmati hiburan waktunya terbatas. Jadi tetap utamakan kajian dan infrastruktur yang siap, serta mempertahankan konservasinya," ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan, konservasi tetap menjadi hal utama yang tak boleh diabaikan.
Ia mengingatkan, TMR bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga rumah bagi banyak satwa dan tumbuhan langka yang harus dijaga kelestariannya.
Baca Juga: Wacana Ragunan Buka Malam, DPRD Ultimatum Pramono Anung: Jangan Mimpi Naikkan Harga Tiket!
Tak hanya itu, Yuke juga menyinggung soal keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Menurutnya, dua hal tersebut menjadi pertimbangan penting bila Pemprov DKI benar-benar ingin memperpanjang jam buka Ragunan.
"Kalau sampai malam, otomatis ada konsekuensi keamanan dan kenyamanan. Itu semua harus masuk dalam perencanaan matang," ucapnya.
Saat ini, TMR beroperasi setiap Selasa hingga Minggu pukul 07.00-16.00 WIB.
Dengan jam terbatas tersebut, Yuke menilai masyarakat sudah cukup memanfaatkannya.
Namun, bila ada kebijakan baru, ia meminta Pemprov DKI memastikan tak ada dampak negatif yang merugikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Prabowo Pimpin Sumpah Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Anggota Ombudsman dan Duta Besar
-
Polda Metro Dalami Laporan Terhadap Saiful Mujani Buntut Seruan Gulingkan Prabowo
-
Bukan di Hari Jumat, Pemda DIY Pilih Rabu Jadi Hari WFH bagi ASN, Ini Alasannya
-
Ternyata Parkir Resmi! Dishub Akui Kesalahan Pola Parkir di Akses MRT Lebak Bulus yang Bikin Macet
-
Connie Bakrie Duga Kuat Kasus Andrie Yunus Operasi Intelijen Terstruktur, Ini Indikatornya
-
Bisakah Taman Kota Kurangi Banjir? Memahami Solusi Berbasis Alam di Jabodetabek
-
Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
-
6 Jet Tempur Milik TNI AU Kawal Penerbangan Presiden Prabowo ke Magelang
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat