Bisnis inilah yang mengantarkannya pada pundi-pundi kekayaan hingga membuatnya dijuluki 'Crazy Rich Tanjung Priok'. Julukan ini semakin melekat dengan hobinya mengoleksi mobil-mobil mewah dan perannya sebagai ketua komunitas Ferrari Indonesia.[5] Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2020, kekayaannya tercatat lebih dari Rp227 miliar.
Terjun ke Politik dan Melenggang ke Senayan
Berbekal kesuksesan di dunia usaha, Sahroni memutuskan untuk terjun ke panggung politik dengan bergabung bersama Partai NasDem.
Kariernya di partai besutan Surya Paloh itu terbilang moncer. Ia pernah menjabat sebagai Bendahara DPW NasDem DKI Jakarta (2013-2014) sebelum akhirnya didapuk menjadi Bendahara Umum DPP Partai NasDem sejak 2019 hingga sekarang.
Pada Pemilu 2014, ia berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu.
Puncaknya, pada periode kedua masa jabatannya (2019-2024), Sahroni dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.
Sederet Kontroversi Crazy Rich Sahroni
Di balik kisah suksesnya yang inspiratif, perjalanan Sahroni sebagai pejabat negara kerap diwarnai berbagai pernyataan dan sikap kontroversial yang memicu perdebatan publik.
1. Membela Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPR
Baca Juga: Kuliti Modus Noel dkk Cekik Buruh, Eks Penyidik KPK Geleng-geleng: Matematika Korupsinya Dahsyat!
Belum lama ini, saat publik ramai mengkritik kenaikan pendapatan anggota DPR yang dinilai fantastis, Sahroni tampil sebagai salah satu pembela utama. Ia berargumen bahwa uang yang diterima para legislator pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program kerja dan bantuan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
"Kita anggota DPR ini sangat menyadari bahwa kita merupakan pejabat publik yang digaji oleh masyarakat, dan pada akhirnya uang tersebut akan kembali ke masyarakat," kata Sahroni dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).
Ia mengklaim banyak anggota dewan yang tidak mempublikasikan kegiatan sosial mereka, namun masyarakat di dapil tetap merasakan manfaatnya.
2. Protes Keras Metode OTT KPK
Sikap kontroversial lainnya ditunjukkan Sahroni saat Rapat Kerja Komisi III DPR dengan pimpinan KPK. Ia melancarkan protes keras terhadap metode OTT yang menyasar kader NasDem, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, yang ditangkap usai mengikuti Rakernas partainya.
Sahroni mempersoalkan definisi OTT jika penangkapan dilakukan di waktu dan tempat yang berbeda dari saat transaksi terjadi.
Secara mengejutkan, ia bahkan meminta KPK untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan partai politik sebelum menangkap kader yang terjerat korupsi.
"Kenapa akhirnya Ketua Umum (Surya Paloh) saya memerintahkan saya untuk menyampaikan ini secara langsung? Kita semua di sini delapan partai, jangan sampai lembaga parpol yang ada di bumi ini kita enggak dihargai, Pak," tegasnya.
Pernyataan ini menuai kritik tajam karena dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap proses penegakan hukum.
Murka Sebut Seruan Bubarkan DPR 'Tolol Sedunia'
Terbaru, ucapan kasarnya yang menyebut penyeru pembubaran DPR sebagai "orang tolol sedunia" menjadi puncak kegeraman Sahroni atas kritik publik.
Pernyataan ini dilontarkan sebagai respons atas derasnya tagar dan seruan pembubaran DPR di media sosial, yang dipicu oleh kekecewaan publik terhadap kinerja dan pendapatan dewan.
Berita Terkait
-
Kuliti Modus Noel dkk Cekik Buruh, Eks Penyidik KPK Geleng-geleng: Matematika Korupsinya Dahsyat!
-
Hasil Palak Noel Ebenezer Bak 'Showroom' Kendaraan Mewah, Rocky Gerung: Festival Keserakahan!
-
Juluki Irvian Bobby 'Sultan' Kemenaker, Modus Noel Ebenezer Palak Rp3 Miliar buat Renovasi Rumah!
-
DPR Tunjangan Naik, Crazy Rich Sahroni Balas Nyinyiran Publik: Gak Senang Lihat Orang Senang!
-
Ngaku Diperintah Surya Paloh, Sahroni Blak-blakan Protes OTT KPK: Republik Ini Gak Ada yang Bersih!
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up