Suara.com - Sebuah video beredar di Facebook dengan klaim bahwa Indonesia menyatakan siap perang melawan Malaysia terkait sengketa Blok Ambalat.
Konten itu diunggah akun “Yahman Jr.” pada Kamis, 14 Agustus 2025, dan hingga Jumat, 22 Agustus 2025 telah mendapat lebih dari 13.700 tanda suka serta 1.300 komentar.
Dalam video, tampak Presiden Prabowo Subianto menuturkan kalimat:
“Kedaulatan harga mati. Saya tegaskan bahwa Indonesia siap bila butuh berperan kami siap.”
Unggahan tersebut kemudian diberi takarir provokatif:
“Indonesia Siap Terima Tantangan Perang Malaysia
Presiden Prabowo Tinjau Ambalat: Siap Hadapi Kemungkinan Terburuk Sengketa dengan Malaysia!”
Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta menelusuri klaim ini dengan memasukkan kata kunci “Prabowo: Indonesia siap bila butuh berperang” ke Google.
Hasilnya, potongan video tersebut ditemukan di kanal YouTube Kompas.com.
Konteks asli video justru berbeda.
Baca Juga: CEK FAKTA: Bantuan TKI Rp680 Juta dari Uang Korupsi Gula, Awas Modus
Video itu merekam pernyataan Presiden Prabowo pada Rabu, 9 April 2025 tentang kesiapan Indonesia mengevakuasi warga Palestina.
Kalimat yang benar adalah “siap berperan”, bukan “siap berperang”.
“Karena itu, saya sampaikan bahwa Indonesia siap bila diminta oleh semua pihak yang terlibat. Untuk berperan, kami siap. Berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Indonesia,” ujar Prabowo dalam keterangan pers.
Lebih lanjut, tim pemeriksa fakta menelusuri kata kunci “penyelesaian sengketa Ambalat”.
Hasil teratas mengarah ke pemberitaan kompas.tv berjudul “Malaysia Tegaskan Sikap Mengenai Sengketa Ambalat, Prabowo: Kita Cari Penyelesaian yang Baik”, Jumat, 8 Agustus 2025.
Dalam laporan itu disebutkan, Pemerintah Indonesia menegaskan akan mengupayakan penyelesaian damai terkait Blok Ambalat.
Kementerian Luar Negeri Malaysia pun menegaskan bahwa persoalan Ambalat akan diselesaikan melalui jalur diplomatik, bukan dengan konfrontasi militer.
Tidak ada informasi kredibel yang membuktikan klaim bahwa Indonesia siap perang melawan Malaysia soal Blok Ambalat.
Video yang beredar telah dipelintir dengan mengganti konteks pernyataan Presiden Prabowo.
Unggahan video tersebut termasuk konten menyesatkan (misleading content).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?