Suara.com - Suasana kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, tampak berbeda pada hari Kamis (28/8/2025).
Mayoritas pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI hingga anggota DPR diinstruksikan untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyusul adanya rencana aksi unjuk rasa besar-besaran dari kalangan buruh di sekitar Gedung DPR.
Langkah preventif ini diatur melalui sebuah Surat Edaran (SE) resmi yang telah disebarkan di lingkungan internal DPR.
Keabsahan informasi mengenai kebijakan WFH ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Ia membenarkan adanya imbauan bagi para pegawai untuk tidak datang ke kantor hari ini demi kelancaran dan keamanan.
"Oh iya, diimbau memang iya," kata Sahroni kepada awak media.
Menurut Sahroni, keputusan ini tidak diambil tanpa alasan.
Pihak kesekjenan tampaknya berkaca dari pengalaman unjuk rasa sebelumnya yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar.
Baca Juga: YLBHI: Polisi Siksa Demonstran dan Penangkapan Sewenang-wenang Berkedok 'Pengamanan'
Pada saat itu, banyak pegawai yang mengalami kesulitan akses, terutama saat hendak pulang kerja karena blokade massa.
"Kita tidak ingin kejadian sebelumnya terulang, di mana orang sudah masuk (kantor), tapi susah keluar seperti kemarin. Pulang jadi ribet, akses ke mana-mana susah. Oleh karena itu, diimbau untuk WFH," jelas politisi tersebut.
Secara formal, kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 14/SE-SEKJEN/2025.
Dokumen yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, itu merinci tujuan penyesuaian sistem kerja ini.
Dalam edaran tersebut disebutkan, penerapan WFH bertujuan untuk menjaga produktivitas kerja pegawai tetap berjalan, sekaligus memberikan fleksibilitas dan kelancaran mobilitas di tengah potensi gangguan lalu lintas serta kepadatan di sekitar area Gedung DPR RI akibat demonstrasi.
Berita Terkait
-
YLBHI: Polisi Siksa Demonstran dan Penangkapan Sewenang-wenang Berkedok 'Pengamanan'
-
Geger! Video Polisi Hukum Para Pendemo Jalan Jongkok sambil Telanjang: Abang-abang S1
-
Keos! Asap Hitam Kepung DPR, Mahasiswa Bakar Ban-Lempar Botol, Polisi Balas Tembakan Water Cannon
-
Ricuh Parah! Polisi Pukul dan Seret Mahasiswa di Demo DPR 28 Agustus, Rekan Sendiri Sampai Murka!
-
Bang Madun Goda Massa Aksi Buruh Pakai Riasan Tebal: Mau Bersuara Apa Kondangan?
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!