- Seorang mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi ditetapkan sebagai tersangka
- 15 Orang Yang Diamankan Pasca-perusakan dan Pembakaran Pos Polisi di Bunderan Ciceri
Suara.com - Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki, menunjukkan sikap kepemimpinan yang tegas namun terukur dalam menyikapi kerusuhan saat aksi unjuk rasa di Kota Serang.
Tanpa pandang bulu, ia memastikan proses hukum berjalan bagi pelaku tindak pidana, namun di sisi lain mengambil langkah humanis terhadap anak-anak di bawah umur yang sekadar ikut-ikutan.
Sikap ini tercermin dari penanganan 15 orang yang diamankan pasca-perusakan dan pembakaran pos polisi di Bunderan Ciceri, Sabtu (30/8/2025) malam.
Seorang mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi ditetapkan sebagai tersangka, sementara 14 lainnya dipulangkan.
Dalam pernyataannya pada Senin (1/9/2025), Brigjen Pol Hengki menegaskan bahwa supremasi hukum adalah prioritas.
Siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana, seperti perusakan fasilitas umum, akan diproses sesuai aturan yang berlaku.
Penetapan status tersangka kepada mahasiswa Untirta menjadi bukti nyata dari komitmen ini.
"Ya (sudah tersangka), kita minta dukungan, kita tidak akan tolerir bagi yang melakukan pelanggaran tindak pidana," tegas Hengki.
Langkah ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak boleh diwarnai aksi anarkisme yang merugikan masyarakat luas.
Di balik ketegasannya, Kapolda Banten menunjukkan sisi humanis yang patut diapresiasi. Setelah dilakukan pendataan, diketahui bahwa 14 dari 15 orang yang diamankan mayoritas adalah pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.
Baca Juga: Buntut Demo Rusuh di Serang, 1 Mahasiswa Untirta Jadi Tersangka Pembakaran Pos Polisi
Menyadari mereka kemungkinan besar hanya korban provokasi dan pengaruh media sosial, Brigjen Pol Hengki mengambil kebijakan untuk tidak memproses hukum mereka.
Sebaliknya, ia memilih jalan pembinaan dengan memanggil orang tua masing-masing untuk menjemput anak-anak mereka.
"(14 orang dilepas) kita panggil orang tuanya, dan mereka mengucapkan terima kasih. Karena memang banyak yang ikut aksi itu masih pelajar, bahkan ada yang kelas 1 SMA dan SMP," jelasnya.
Pendekatan ini tidak hanya menyelamatkan masa depan para pelajar tersebut, tetapi juga menekankan bahwa solusi masalah kenakalan remaja tidak melulu soal hukuman, melainkan juga pencegahan dan peran aktif keluarga.
Kapolda Banten menyoroti fenomena pelajar yang mudah terpengaruh ajakan di media sosial dan rasa takut ketinggalan pergaulan.
Menurutnya, di sinilah peran vital orang tua sebagai garda terdepan pengawasan.
"Makanya peran orang tua sangat penting. Polisi, TNI dan pemerintah daerah menjalankan tugas sesuai undang-undang. Tapi pengawasan yang paling kuat adalah dari orang tua, cek handphone anak-anaknya, awasi pergaulannya," imbau Hengki.
Tag
Berita Terkait
-
Buntut Demo Rusuh di Serang, 1 Mahasiswa Untirta Jadi Tersangka Pembakaran Pos Polisi
-
Ajak Indonesia Tundukan Kepala Sejenak, Omesh Doakan Korban Jiwa Kerusuhan Agustus 2025
-
DPR RI Nonaktifkan Sahroni, Nafa Urbach Hingga Uya Kuya, Begini Kondisi Ruang Kerja Mereka
-
Kunto Aji Sentil Musisi yang Masih Takut Bersuara: Kita Gak Akan Kehilangan Job
-
Ada Permainan di Balik TikTok? Sosok Ini Ungkap Kecurigaan ke Meutya Hafid
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan