News / Metropolitan
Selasa, 09 September 2025 | 16:55 WIB
Ilustrasi penganiayaan [Antaranews/Ist]

Ketua IDI Kota Semarang, Sigid Kirana Lintang, menyatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan kekerasan terhadap tenaga kesehatan.

Namun, hingga kini pihak IDI belum mendapat konfirmasi langsung dari dokter korban. Menurutnya, kasus ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keamanan tenaga medis dalam menjalankan tugas.

5. Unissula Benarkan Pelaku Dosen Fakultas Hukum

Wakil Rektor II Unissula, Dedi Rusdi, membenarkan bahwa dosen Fakultas Hukum, Muhammad Dias Saktiawan, adalah pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa masalah sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mereka sudah saling memaafkan antara saudara Dias dengan dokter Astra, dan bidan yang bertugas,” ujarnya.

6. Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Meski sempat viral, pihak Unissula memastikan kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Kedua belah pihak disebut sudah berdamai.

Namun, organisasi profesi kedokteran tetap meminta agar insiden serupa tidak kembali terulang demi keselamatan tenaga kesehatan di rumah sakit.

Kasus dosen Unissula aniaya dokter ini menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara keluarga pasien dan tenaga medis, terutama dalam kondisi darurat.

Load More