Suara.com - Di era digital yang serba cepat ini, informasi dengan mudah menyebar, tak terkecuali informasi palsu atau hoaks. Belum lama ini, sebuah akun Facebook Bantuan BSU Terkini yang mengatasnamakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi perbincangan hangat.
Akun tersebut menyebarkan informasi terkait penerimaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk tahun 2025, lengkap dengan tautan-tautan mencurigakan yang berpotensi merugikan masyarakat.
Pemeriksaan Fakta
dikutip dari laman turnbackhoax.id, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo menelusuri kebenaran informasi ini. Melalui penelusuran di situs resmi Kemnaker, terungkap sebuah artikel berjudul "Kemnaker Ingatkan Masyarakat Waspadai Link Palsu Terkait BSU" yang tayang pada Selasa, 15 Juli 2025.
Artikel ini menjadi bukti kuat bahwa klaim BSU 2025 yang disebarkan oleh akun Facebook palsu tersebut adalah hoaks semata.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi, dalam keterangannya, menegaskan bahwa masyarakat harus selalu berhati-hati terhadap tautan palsu yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Dia menjelaskan bahwa BSU tahun ini telah disalurkan kepada para pekerja dan buruh dengan besaran Rp 300.000 per bulan untuk dua bulan, yakni Juni dan Juli, dan seluruhnya sudah selesai disalurkan pada pekan awal Agustus.
Ciri-ciri Akun Resmi Kemnaker: Jangan Sampai Tertipu!
Penting untuk diingat, akun Facebook yang ditemukan tersebut bukanlah akun resmi milik Kemnaker. Akun-akun palsu semacam ini seringkali didesain sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan, namun selalu ada celah yang bisa kita identifikasi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Isu Pemerkosaan Mahasiswi Beralmamater Biru di Kwitang
Informasi resmi terkait BSU atau program-program Kemnaker lainnya hanya disampaikan melalui situs dan media sosial resmi Kemnaker. Berikut adalah daftar akun resmi Kemnaker yang perlu Anda catat dan ingat baik-baik:
Website: https://bsu.kemnaker.go.id
Facebook: https://facebook.com/KemnakerRI
Instagram: https://www.instagram.com/kemnaker
X (Twitter): https://x.com/kemnakerri
YouTube: https://kemnaker.go.id/null (Perlu diingat, tautan YouTube ini sepertinya salah ketik dalam dokumen asli. Seharusnya mengarah ke channel YouTube Kemnaker).
Kesimpulan
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa akun Facebook "Bantuan BSU terkini" adalah konten tiruan (impostor content) yang bertujuan untuk menipu masyarakat. Modus penipuan semacam ini seringkali memanfaatkan isu-isu sensitif dan kebutuhan masyarakat akan bantuan, seperti BSU.
Sebagai warga digital yang cerdas, kita harus selalu kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar, terutama jika menyangkut bantuan finansial.
Selalu lakukan verifikasi silang (cross-check) informasi ke sumber-sumber resmi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut atau membagikan informasi tersebut. Jangan biarkan diri kita atau orang-orang di sekitar kita menjadi korban dari hoaks dan penipuan online.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
Terkini
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat