Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan tiga catatan krusial terkait rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kerusuhan akhir Agustus.
KontraS mendesak tim tersebut nantinya harus fokus mengungkap tiga hal utama: aktor intelektual kerusuhan, pelanggaran prosedur oleh aparat kepolisian, dan pengerahan militer di ranah sipil.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menekankan bahwa tim investigasi harus bekerja untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh. Berikut adalah tiga tuntutan utama yang disampaikan KontraS pada Jumat (12/9/2025).
Pertama, mengungkap aktor intelektual: tim harus fokus mencari dalang utama atau aktor intelektual yang menunggangi aksi unjuk rasa dan memicu kerusuhan, seperti perusakan fasilitas umum dan penjarahan.
"Ini harus fokus untuk mencari siapa sebenarnya dalang utama," kata Dimas.
Kedua, mengusut pelanggaran prosedur polisi. Tim harus mengusut tuntas pelanggaran prosedur pengamanan oleh kepolisian, mulai dari penggunaan kekerasan berlebihan, penyemprotan gas air mata, hingga penggunaan kendaraan taktis yang menewaskan Affan Kurniawan.
Ketiga, menyelidiki pengerahan militer: tim harus menyelidiki dasar hukum dan alasan pengerahan militer (TNI) dalam penanganan demonstrasi.
"Kenapa itu penting? Karena pertama, militer itu tidak punya tugas pokok dan fungsi utama dalam menjaga ketertiban umum," ujar Dimas.
Ia menegaskan bahwa tugas TNI adalah menjaga pertahanan negara dari ancaman luar.
Baca Juga: Pengamat: Reshuffle Prabowo Lebih Bernuansa Politis Ketimbang Respons Tuntutan Publik
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan tim investigasi independen ini. Hal tersebut diungkap oleh mantan Menteri Agama, Lukman Hakim, setelah pertemuan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dengan Presiden di Istana Negara pada Kamis (11/9/2025).
"Salah satu tuntutan masyarakat sipil... adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen... Presiden menyetujui pembentukan itu," tutur Lukman saat itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran
-
Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap
-
KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA
-
KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi
-
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!
-
Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos