- Prabowo diminta segera menunjuk dan melantik Menpora baru guna menghindari terhambatnya program kepemudaan dan olahraga nasional.
- Sudah satu minggu posisi Menpora tidak diisi.
- Kursi Menpora diketahui kosong sejak Dito Ariotedjo dicopot dari jabatannya pada Senin (8/9/2025).
Suara.com - Kekosongan posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) selama lebih dari sepekan menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani, mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menunjuk dan melantik Menpora baru guna menghindari terhambatnya program kepemudaan dan olahraga nasional.
Politikus yang akrab disapa Lalu Ari itu menilai kekosongan jabatan strategis ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik, khususnya di kalangan pemuda dan insan olahraga.
Kemenpora dianggap vital karena perannya dalam pembinaan generasi muda serta pengembangan prestasi olahraga Indonesia di kancah regional dan internasional.
"Sudah satu minggu posisi Menpora tidak diisi. Ini tentu bukan situasi yang ideal. Presiden perlu segera menunjuk sosok yang tepat agar roda organisasi di Kemenpora tetap berjalan maksimal,” kata Lalu Ari kepada wartawan pada Senin (15/9/2025).
Politisi asal Dapil NTB II ini menekankan pentingnya memilih figur yang tidak hanya populer, tetapi juga kompeten dan memiliki visi yang jelas.
Menpora baru diharapkan mampu menyatukan semangat generasi muda dan memberikan arah yang tepat bagi kemajuan olahraga nasional.
“Yang kita butuhkan bukan hanya orang yang punya nama, tetapi orang yang betul-betul memahami kebutuhan pemuda dan olahraga kita," kata dia.
"Harus ada komitmen tinggi untuk membangun sistem pembinaan yang lebih baik, meningkatkan prestasi atlet, dan memastikan para pemuda mendapat ruang aktualisasi yang positif,” lanjutnya.
Baca Juga: Legislator Gerindra Puji Video Prabowo di Bioskop: Strategi Inovatif Komunikasi Publik
Komisi X DPR RI, yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga, menyatakan siap berkolaborasi dengan Menpora baru.
Ia pun berharap kerja sama yang solid antara legislatif dan eksekutif dapat memperkuat pembangunan sektor kepemudaan dan olahraga yang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga persoalan tata kelola organisasi.
Kursi Menpora diketahui kosong sejak Dito Ariotedjo dicopot dari jabatannya pada Senin (8/9/2025).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sebelumnya sempat menjelaskan bahwa pengganti Dito sudah ada, namun berhalangan hadir untuk pelantikan di Istana Kepresidenan karena sedang tidak berada di Jakarta.
Berita Terkait
-
Purbaya dan Menteri Lain Menghadap Prabowo ke Istana, Bahas Stimulus Ekonomi?
-
Mengukur Warisan Sri Mulyani: Antara Pujian Pasar dan Kritik Penegakan Hukum Internal
-
Dalih Komdigi Soal Video Capaian Prabowo di Bioskop: Ini Upaya Keseimbangan Informasi Publik
-
Soal Isu Pergantian Kapolri, Pakar Politik: Yang Penting Dia Tidak Termasuk dalam Kategori Geng Solo
-
Legislator Gerindra Puji Video Prabowo di Bioskop: Strategi Inovatif Komunikasi Publik
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Satu Abad NU, Gus Yahya: Persatuan Menguat Usai Dinamika yang Hebat
-
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital