- Dino Patti Djalal menduga kuat adanya 'kekuatan siluman' atau dalang intelektual yang merencanakan penjarahan rumah Sri Mulyani
- Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kerugian terbesarnya bukanlah materi, melainkan hilangnya rasa aman, kepastian hukum, dan nilai kemanusiaan
- Meskipun ada dugaan konspirasi, Polres Tangerang Selatan telah mengambil langkah hukum dengan menetapkan dan menahan 11 orang tersangka
Suara.com - Misteri menyelimuti insiden penjarahan brutal yang menimpa rumah pribadi mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, secara mengejutkan melontarkan dugaan adanya 'kekuatan siluman' yang menjadi dalang di balik peristiwa nahas tersebut. Menurutnya, ini bukanlah aksi kriminal biasa, melainkan sebuah operasi yang terencana dan direkayasa.
Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dinopattidjalal pada Rabu (17/12/2025), Dino dengan tegas menyuarakan analisisnya yang mengarah pada sebuah konspirasi besar. Ia meyakini ada tangan-tangan tak terlihat yang sengaja memobilisasi massa untuk menargetkan kediaman Sri Mulyani.
"Saya meyakini bahwa penjarahan terhadap rumah pribadi (mantan) Menteri Keuangan Sri Mulyani melibatkan tangan-tangan siluman," ujar Dino dalam video tersebut.
Dino Patti Djalal, yang mengaku telah mengenal Sri Mulyani selama 25 tahun, membeberkan sejumlah argumen tajam yang menguatkan dugaannya. Berikut adalah tiga kejanggalan besar yang menurutnya harus diinvestigasi secara mendalam.
Tiga Kejanggalan yang Mengarah pada Konspirasi
Pertama, Dino menyoroti bagaimana ratusan, bahkan ribuan orang, bisa mengetahui alamat rumah pribadi Sri Mulyani yang selama ini tidak banyak diketahui publik. Ia sendiri sebagai kolega lama tidak pernah mengetahui lokasi pastinya.
Fakta bahwa massa bisa serempak mendatangi lokasi yang sama menunjukkan adanya pihak yang sengaja menyebarkan informasi tersebut.
"Berarti ada yang mencari informasi tersebut dan memberikannya kepada massa, dan ini berarti ada konspirasi," imbuhnya.
Kedua, komposisi massa penjarah dinilai sangat aneh. Dino menyebut mayoritas dari mereka bukan warga sekitar, bahkan banyak yang datang dari luar Jakarta. Anehnya lagi, mereka hanya menargetkan rumah Sri Mulyani dan tidak menjarah properti lain di sekitarnya. Ini mengindikasikan adanya mobilisasi massa dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya.
Baca Juga: Beda Pendidikan Anak Sri Mulyani dan Retno Marsudi yang Lulus Bareng di UI
"Dan saya yakin sebagian besar, bahkan mungkin semuanya, tidak ada yang tahu bahwa yang mereka jarah itu adalah rumah Sri Mulyani," ucap dia, menyiratkan bahwa para pelaku hanya menjalankan perintah.
Kejanggalan ketiga, dan yang paling mencurigakan, adalah waktu penjarahan. Aksi tersebut terjadi pada pukul 1 dini hari dan kembali terulang dua jam setelahnya. Menurut Dino, waktu tersebut sangat tidak lazim karena merupakan jam istirahat.
"Ini berarti para penjarah sudah dikondisikan, diatur untuk bertemu pada titik tertentu, pada waktu tertentu, pada saat sedang sepi, di waktu malam, dan juga mungkin untuk menghindarkan clash dengan penduduk di sekitar rumah Sri Mulyani," tuturnya.
Bagi Dino, semua ini adalah bukti kuat bahwa insiden tersebut bukanlah tindakan spontan. "Dan ini otomatis berarti ada timeline yang sudah diatur dan ditetapkan sebelumnya, karena saya berpandangan bahwa penjarahan terhadap rumah Sri Mulyani ini merupakan aksi yang direncanakan dan direkayasa oleh kekuatan siluman," ucap dia.
Polisi Tetapkan 11 Tersangka, Sri Mulyani Kehilangan Rasa Aman
Di tengah analisis tajam Dino Patti Djalal, pihak kepolisian bergerak cepat. Polres Tangerang Selatan telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, mengonfirmasi bahwa para tersangka telah ditahan.
Berita Terkait
-
Beda Pendidikan Anak Sri Mulyani dan Retno Marsudi yang Lulus Bareng di UI
-
Profil Adwin Haryo Indrawan, Anak Sri Mulyani Resmi Jadi Dokter Spesialis
-
Rekam Jejak Sri Mulyani Keras Kritik BJ Habibie, Kinerjanya Jadi Menteri Tak Sesuai Omongan?
-
Reshuffle Kabinet Prabowo: Murni Evaluasi Kinerja atau Sekadar Drama Politik?
-
Kucing Uya Kuya Turut Diamankan Polisi dari Pelaku Penjarahan, Begini Kondisinya!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi