- Menas Erwin Djohansyah, Direktur Utama PT Wahana Adyawarna, ditangkap paksa oleh KPK di BSD, Banten
- Dalam persidangan Hasbi Hasan, Menas Erwin terungkap sebagai pihak yang memberikan fasilitas mewah berupa apartemen dan hotel
- Pemberian fasilitas mewah tersebut diduga kuat merupakan suap agar Hasbi Hasan
Suara.com - Nama Menas Erwin Djohansyah kembali mencuat ke permukaan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan paksa terhadap Direktur Utama PT Wahana Adyawarna tersebut. Ia terseret dalam pusaran kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di lingkungan Mahkamah Agung (MA) yang sebelumnya telah menjerat mantan Sekretaris MA, Hasbi Hasan.
Penangkapan ini menjadi puncak dari serangkaian pemanggilan yang diabaikan oleh Menas Erwin, memaksa tim penyidik KPK untuk mengambil tindakan tegas.
“Benar, hari ini (Rabu 24/9) penyidik melakukan penangkapan terhadap saudara Menas Erwin Djohansyah,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Menurut Budi, langkah penangkapan ini terpaksa dilakukan karena Menas Erwin telah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik tanpa memberikan alasan yang sah. Tim KPK akhirnya melacak dan menangkapnya di wilayah BSD, Banten.
Lantas, siapa sebenarnya Menas Erwin dan apa perannya dalam skandal korupsi di lembaga peradilan tertinggi itu?
Namanya pertama kali terungkap dalam persidangan Hasbi Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 5 Desember 2023. Jaksa membeberkan bahwa Menas Erwin adalah sosok pengusaha yang diduga memberikan serangkaian fasilitas mewah kepada Hasbi Hasan untuk mengurus perkara yang melibatkan perusahaannya di Mahkamah Agung.
Nilainya pun tak main-main. Jaksa merinci aliran dana dalam bentuk fasilitas yang dinikmati Hasbi Hasan, semuanya berasal dari kantong Menas Erwin.
Pada 5 April 2021, Hasbi disebut menerima fasilitas penyewaan satu unit apartemen di Frasers Residence, Jakarta, senilai Rp210.100.000. Tak berhenti di situ, Menas kembali memanjakan Hasbi dengan fasilitas penginapan dua unit kamar tipe junior suite dan executive suite di The Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta, dengan total biaya mencapai Rp240.544.400.
Pemberian fasilitas mewah berlanjut pada 21 November 2021, di mana Menas kembali menyediakan dua kamar tipe executive suite di Novotel, Cikini, Jakarta, senilai Rp162.700.000 untuk Hasbi Hasan. Jika ditotal, fasilitas yang diberikan mencapai lebih dari Rp613 juta.
Baca Juga: Jejak Suap Ratusan Juta Terhenti di BSD, KPK Borgol Menas Erwin, Bos Penyuap Eks Sekretaris MA
Semua kemewahan ini diduga kuat sebagai pelicin agar Hasbi Hasan mau "mengurus" dan mengamankan perkara yang melibatkan PT Wahana Adyawarna di Mahkamah Agung.
Sementara itu, sang penerima suap, Hasbi Hasan, telah lebih dulu dijatuhi hukuman. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memvonisnya 6 tahun penjara karena terbukti menerima suap sebesar Rp3 miliar untuk mengatur putusan kasasi perkara kepailitan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, demi memenangkan debitur Heryanto Tanaka.
Penangkapan Menas Erwin Djohansyah kini membuka babak baru untuk mengusut tuntas aliran dana dan praktik lancung yang menggerogoti wibawa Mahkamah Agung.
Berita Terkait
-
Jejak Suap Ratusan Juta Terhenti di BSD, KPK Borgol Menas Erwin, Bos Penyuap Eks Sekretaris MA
-
Skandal Kuota Haji 2023-2024: KPK Usut Biro Perjalanan Daerah, Siapa Saja yang Terlibat?
-
KPK Siap Bantu Menkeu Purbaya Kejar 200 Pengemplang Pajak yang Tagihannya Mencapai Rp 60 Triliun
-
DPR Mendesak KPK Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Haji
-
Muncul Desakan KPK Segera Tetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji, Begini Reaksi Cak Imin
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen
-
Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
-
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat
-
H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak