-
Kebakaran di Tangki Jakarta Barat terjadi pada 28 September, melibatkan 24 unit Damkar dan memakan waktu lebih dari 12 jam untuk dipadamkan; diduga penyebab awal korsleting listrik.
-
Sebanyak 1.256 jiwa atau 316 KK terdampak, dengan enam orang mengalami luka ringan dan ratusan warga mengungsi ke masjid, kantor kelurahan, maupun rumah kerabat.
-
Pemprov DKI menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, selimut, popok bayi, serta menyediakan tim PPSU untuk membersihkan puing-puing dan mendata warga terdampak.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung lokasi kebakaran besar yang melanda permukiman padat di Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat pada Selasa (30/9/2025).
Dalam kesempatan itu, ia menyebut salah satu penyebab api begitu cepat menjalar adalah faktor angin kencang yang memperburuk kondisi di lapangan.
Menurut Pramono, laporan yang diterimanya dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) menunjukkan bahwa api tak hanya membesar, tapi juga bergerak sangat cepat dari satu rumah ke rumah lain. Kondisi itu diperparah dengan jarak bangunan yang rapat.
"Dengan kepadatan dan kemarin saya mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Damkar, apinya itu cepat sekali karena angin," kata Pramono di lokasi kebakaran.
Ia mengatakan, sebenarnya pasokan air hidran di wilayah tersebut cukup memadai. Namun, karena karakteristik permukiman padat dengan banyak bangunan semi permanen, kobaran api sulit dikendalikan sejak awal kejadian.
Pramono mengungkap, Pemprov DKI telah menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera mendata jumlah keluarga terdampak. Sementara itu, petugas PPSU diturunkan untuk membersihkan puing-puing sisa kebakaran agar area lebih aman dan tertata.
Bantuan logistik juga sudah mulai didistribusikan. Warga terdampak mendapat beras, mi instan, makanan siap saji, ikan kaleng, hingga biskuit. Selain itu, Pemprov juga menyediakan pakaian, selimut, handuk, popok bayi, hingga matras dan kasur lipat untuk pengungsi.
Namun, Pramono tak menutup mata adanya kendala dalam distribusi awal bantuan. Ia menyebut sempat ada keluhan warga soal ketersediaan popok untuk bayi.
"Jadi untuk balita yang terdampak, tadi saya sudah berkomunikasi. Sekarang sih, kalau sekarang sudah ada, ya. Kalau memang kemarin belum ada. Untuk balita dan sebagainya, keluhan yang paling utama pampers, popok, dan sebagainya," ucapnya.
Baca Juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Taman Sari, 6 Warga Luka dan Ratusan KK Terpaksa Mengungsi
Kebakaran besar di Kelurahan Tangki itu terjadi pada Minggu (28/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebanyak 24 unit Gulkarmat bersama personel dari berbagai satuan dikerahkan untuk memadamkan api.
Meski dikerahkan dalam jumlah besar, api baru bisa benar-benar padam setelah lebih dari 12 jam, yakni pada pukul 22.50 WIB. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di salah satu rumah warga.
Kobaran api melanda RT 002 dan RT 003 RW 003, serta RT 003 hingga RT 009 RW 006 Kelurahan Tangki. Mayoritas bangunan yang terbakar merupakan rumah semi permanen dengan material kayu yang mudah terbakar.
Kerugian material akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp28,31 miliar. Dari 316 kepala keluarga atau 1.256 jiwa yang terdampak, enam orang dilaporkan mengalami luka ringan seperti sesak napas, pingsan, dan luka robek. Seluruh korban sudah mendapat perawatan medis.
Sementara itu, 21 KK (49 jiwa) kini mengungsi di Masjid Al-Muhajirin. Ada juga 44 KK (176 jiwa) yang bertahan di Kantor Kelurahan Tangki. Sisanya, sekitar 200 KK atau 800 jiwa memilih mengungsi ke rumah kerabat maupun tetangga terdekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi