- Pelaku yang merupakan petugas keamanan Salim Usemahu secara resmi meminta maaf kepada kedua korban.
- Mereka kemudian menyepakati menempuh jalur restorative justice.
- Kasus tersebut berawal saat Munir dan rekannya Kiki, mendatangi kantor SPPG Gedong 02 usai puluhan siswa SDN 01 keracunan.
Suara.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap dua jurnalis yang akan meliput di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pasar Rebo, Jakarta Timur, berakhir dengan damai.
Melalui video yang diunggah akun Instagram @warungjurnalis, pelaku yang merupakan petugas keamanan Salim Usemahu secara resmi meminta maaf kepada kedua korban, yaitu Munir, seorang jurnalis dari Warta Kota, dan Kiki, jurnalis dari iNews.
Mereka kemudian menyepakati menempuh jalur restorative justice.
“Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada kedua jurnalis, Munir dan Kiki,” ujar Salim dalam video yang diunggah saat membacakan surat pernyataannya, Rabu (1/10/2025).
Ia kemudian berjanji, tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Setelah pernyataan dibacakan, kedua jurnalis yang berdiri di sisi kanan kiri sang pelaku, menerima permintaan maaf tersebut.
Perdamaian tersebut, terlihat melalui video unggahan, ditutup dengan jabat tangan dan pelukan hangat antara pelaku dan kedua korban, dengan senyuman di wajah mereka, menandakan kasus yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Sebelumnya, kasus tersebut berawal saat Munir dan rekannya, Kiki, mendatangi kantor SPPG Gedong 02.
Tujuannya adalah untuk melakukan konfirmasi terkait adanya dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami oleh siswa-siswi di SDN 01 Gedong.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Minta Maaf Gara-Gara Pernah Marah Soal Kisruh MBG: Cara Saya Salah!
Awalnya, kedua jurnalis dipersilahkan masuk oleh Salim yang bertugas sebagai petugas keamanan. Akan tetapi, suasana seketika menjadi tegang saat mereka menyampaikan tujuannya untuk bertemu dengan kepala SPPG. Pihak keamanan menyatakan bahwa pimpinan sedang tidak ada dan dengan nada keras mengusir kedua jurnalis tersebut.
“Saya bilang saya dari wartawan dan nggak lama tiba-tiba malah diusir gitu, dengan nada yang cukup keras juga kan suruh keluar,” ujar Munir, memberikan gambaran apa yang ia alami dengan rekannya, Kiki, tertulis dalam keterangan unggahan.
Kemudian, konflik memuncak ketika Munir mencoba mengambil gambar mobil milik SPPG yang hendak masuk, petugas keamanan, langsung beranjak keluar sambil berteriak.
“Tiba-tiba sudah teriak-teriak, nanya ngapain ngambil gambar apa video-video gitu, melarang lah intinya,” tambah Munir, pada Selasa (30/9/2025), dikutip dari keterangan unggahan yang sama.
Adapun dugaan penganiayaan yang dilakukan Salim terhadap kedua jurnalis tersebut, terdengar melalui rekaman video yang diunggah.
“Ya, kita dianiaya nih. Saya dianiaya,” ujar salah satu dari kedua wartawan, melalui video yang diunggah.
Berita Terkait
-
Wartawan Dianiaya oleh Petugas SPPG di Jaktim, Kepala BGN Minta Maaf: Kekerasan Tidak Boleh
-
Singgung Sorotan Negatif Program MBG di Media Sosial, DPR Desak Pemulihan Kepercayaan Publik
-
Dapur MBG Penyebab Keracunan di SDN Gedong Tak Bersertifikat, Komnas PA Tuntut Tanggung Jawab Hukum
-
Anggota DPR Desak 'Rebranding' Program Makan Bergizi: 'Gratis'-nya Dihapus, Konotasinya Negatif
-
Deddy Corbuzier Minta Maaf Gara-Gara Pernah Marah Soal Kisruh MBG: Cara Saya Salah!
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap
-
KUHAP Baru Berlaku Besok, YLBHI Sebut Indonesia Darurat Hukum
-
Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
-
Sabu 50 Kg Disamarkan Label Durian, Kurir Ditangkap sebelum Masuk Kampung Bahari
-
Ternyata Ini Alasan Bupati Karawang Lantik Ratusan ASN pada Malam Tahun Baru
-
Kolaborasi Kementerian PU dan TNI Pastikan Jembatan Darurat Krueng Tingkeum Aman Dilalui Warga