- Tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo menewaskan puluhan santri, namun juga melahirkan kisah luar biasa dari para penyintas yang selamat secara ajaib di bawah reruntuhan.
- Haikal tetap salat dan bertahan dengan ilmu sekolahnya, Fatih mengira tiga hari terjebak hanyalah mimpi, sementara Rosi hidup tanpa makan-minum dengan berzikir hingga diselamatkan.
- Dari amputasi di bawah puing hingga doa yang tak putus, kisah para korban selamat ini menjadi simbol iman, ilmu, dan keteguhan hati di tengah duka mendalam.
“Saya sudah siap mati bersama pasien kalau bangunan itu runtuh,” ujar dr. Aaron Franklyn, salah satu dokter yang mengevakuasi Ahmad.
Langkah berani itu berhasil — Ahmad keluar hidup-hidup setelah operasi darurat paling berisiko itu selesai tengah malam.
4. Rosi: Bertahan Tiga Hari Tanpa Makan dan Minum, Hanya dengan Zikir
Kisah yang tak kalah menggugah datang dari Syaiful Rosi Abdillah (13), korban terakhir yang berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup.
Ia tertimpa beton berat selama tiga hari bersama enam temannya. Upaya mereka mendorong reruntuhan tak berhasil, hingga akhirnya Rosi memilih pasrah dan berzikir sambil berharap pertolongan datang.
“Nggak lama nambah ada yang jatuh lagi. Beton semua, nggak bisa dorong. Kami minta tolong bareng-bareng, tapi nggak kedengaran,” tuturnya.
Tanpa makanan dan air, Rosi hanya bertahan dengan selawat dan istighfar. Ia akhirnya ditemukan warga sekitar tengah malam dan segera dilarikan ke rumah sakit. Meski harus kehilangan kaki kanannya, ia selamat — dan menjadi simbol ketabahan santri yang tak menyerah pada keadaan.
Dari ratusan kisah duka, cerita-cerita ini menjadi cahaya kecil di tengah gelapnya tragedi. Mereka membuktikan bahwa di balik musibah besar, selalu ada kekuatan yang tak terlihat — iman, ilmu, dan tekad untuk hidup.
Haikal dengan salat dan pengetahuannya, Fatih dengan mimpinya, Ahmad dengan keberanian tim medis, dan Rosi dengan zikirnya — semuanya menunjukkan bahwa Harapan tak pernah benar-benar tertimbun, bahkan di bawah reruntuhan sekalipun.
Baca Juga: Sudah 37 Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Al Khoziny, Tim SAR Hadapi Ancaman Penyakit dan Beton
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak
-
Studi: Panas Kendaraan Naikkan Suhu Kota Hingga 0,35 Derajat Celsius
-
6 Kali Sumbang Kas Negara, Satgas PKH Selamatkan Aset Rp 371 Triliun Sejak Awal Dibentuk
-
Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan
-
Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat
-
Agar Produk Lokal Dilirik Dunia, Indonesia Mulai Perketat Standar Sertifikat Energi Hijau