-
Seorang wanita pamerkan progres IKN yang diklaim sudah lengkap.
-
Aksinya justru menuai tudingan sebagai buzzer bayaran dari warganet.
-
Klaimnya diragukan, warganet sebut lokasi IKN masih sangat sepi.
Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendadak viral di media sosial.
Alih-alih menuai pujian, seorang wanita dalam video tersebut justru dituding sebagai buzzer yang dibayar untuk mempromosikan IKN, proyek pemerintah tersebut.
Dalam video yang diunggah ulang oleh akun TikTok @media.indonesia_raya.id, mulanya wanita tersebut berusaha menepis anggapan bahwa IKN adalah proyek mangkrak dengan menunjukkan berbagai fasilitas yang diklaimnya sudah berdiri dan beroperasi.
"IKN proyek mangkrak! Tapi yang aku lihat dari 17 hotel yang ground breaking, 2 sudah berdiri. 1 hotel bintang 5, 1 hotel bintang 3 tapi rasanya kayak bintang 4," ujar wanita itu sambil memperlihatkan dua bangunan hotel mewah yang sudah berdiri di IKN lewat unggahan akun TikTok tersebut pada Selasa (7/10/2025).
Kemudian, ia menunjukkan sejumlah fasilitas lain yang menurutnya sudah siap digunakan, mulai dari infrastruktur pemerintahan hingga fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari.
"Sudah ada rumah sakit. Komplek rumah menteri sudah cantik berdiri. Gedung Bank Indonesia desainnya cakep," lanjutnya sambil menunjukkan potret bangunan-bangunan tersebut.
Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa Bandara VVIP akan segera beroperasi dan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) pun sudah aktif bekerja di komplek perkantoran yang megah.
"Otorita IKN yang paling duluan berdiri. Sudah ada 500-an ASN Otoritas IKN yang aktif, ditambah CPNS baru jadi total hampir seribuan. Bus antar jemput juga selalu siap antar ke apartemen," katanya.
Untuk melengkapi narasinya, ia memamerkan berbagai fasilitas pendukung seperti tempat kopi premium, pusat kebugaran (gym), penitipan anak, apartemen ASN yang siap huni, hingga jalur sepeda di depan istana.
Baca Juga: Makin Panas! Sahara Laporkan Yai Mim atas Dugaan Pelecehan Seksual dengan Alat Bukti
"Ada tempat ngopi premium di depan istana. Fasilitas lengkap ada gym, penitipan anak, paud, resto dan lainnya," jelasnya.
Namun, video tersebut justru dibanjiri komentar miring dari warganet.
Banyak yang meragukan klaim tersebut dan menuding wanita itu adalah buzzer yang dibayar untuk membuat citra positif IKN.
"Kayaknya buzzer dan termul lagi bereaksi, karena sudah mendapat angpau," sindir akun @ariprat***.
"Dibayar berapa mbak hehehe sekalian Gibran dan Kaesang dipromosikan juga," timpal @andy***.
"Buzzer Mulyono," tulis akun @ardon**.
Berita Terkait
-
Ancam 'Ngamuk' di Polda, Firdaus Oiwobo Desak Polisi Tangkap Roy Suryo Cs: Gua Bawa Tenda!
-
Eks Kabareskrim Susno Duadji Sebut Roy Suryo Cs Tak Bisa Jadi Tersangka Ijazah Jokowi, Ini Alasannya
-
Jokowi Absen di Monas Gara-gara Panas, Ini 7 Tips Lawan Cuaca Ekstrem Bagi Pasien Penyakit Kronis
-
Terpopuler Lifestyle: Heboh Kulit Jokowi-Iriana hingga Pendidikan Gibran Dikuliti Profesor Singapura
-
Dokter Tifa Ahli Apa? Komentari Kondisi Kulit Jokowi dan Iriana yang Dinilai Janggal
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP