- Refly Harun mengulas strategi "lima sendok" yang disebut Said Didu sebagai upaya Prabowo memakan "bubur panas" secara perlahan.
- Refly Harun menyampaikan keraguannya terhadap klaim Said Didu tersebut.
- Refly juga mengkritisi bahwa banyak anggota "Geng Solo" yang disebut masih bertahan di kekuasaan.
Suara.com - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, mengomentari klaim atau analisis Muhammad Said Didu mengenai langkah-langkah Presiden Prabowo Subianto untuk membebaskan diri dari "cengkraman Geng Solo Oligarki Parcok (SOP).
Dalam kanal YouTube Pribadinya, Refly Harun mengulas strategi "lima sendok" yang disebut Said Didu sebagai upaya Prabowo memakan "bubur panas" secara perlahan.
Menurut analisis Said Didu yang dikutip Refly, lima sendok strategis itu adalah, Jamari Chaniago sebagai Menko Polkam untuk mengendalikan kepolisian, Safri Samsudin sebagai Menteri Pertahanan untuk merebut aset negara dari Oligarki, Ahmad Dofiri sebagai penasihat khusus reformasi kepolisian.
Kemudian Purbaya sebagai Menteri Keuangan untuk membongkar kebijakan ekonomi Sri Mulyani, dan Rosan Roslani sebagai Menteri Investasi dan CEO Danantara untuk membenahi BUMN dan menutup pintu masuk "Geng Solo".
Namun, Refly Harun menyampaikan keraguannya terhadap klaim Said Didu tersebut. Ia menyoroti beberapa poin yang dinilai kontradiktif, seperti pengangkatan Hasan Nasbi sebagai Komisaris Pertamina.
"Hari ini kita mendengar bahwa Hasan Nasbi diangkat sebagai komisaris Pertamina. Jadi sebenarnya serius apa enggak ya?" tanya Refly dikutip Kamis (9/10/2025).
Ia juga mempertanyakan apakah pergeseran Erick Thohir ke Kementerian Pemuda dan Olahraga benar-benar karena "Geng Solo" atau karena Prabowo ingin menguasai BUMN sepenuhnya melalui Danantara.
Refly juga mengkritisi bahwa banyak anggota "Geng Solo" yang disebut masih bertahan di kekuasaan, seperti Bahlil Lahadalia, Airlangga Hartarto, dan Raja Juli Antoni.
"Tidak selamanya benar sendok menyendok bubur panas ini," ujarnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Telak 'Ceramahi' Jenderal-jenderal, Ungkap Kemarahan Publik soal 'Parcok', Kenapa?
Ia menyimpulkan bahwa mungkin Prabowo adalah pemimpin yang serba ragu dan berkompromi, atau setidaknya, membutuhkan waktu lama untuk menunjuk orang-orangnya sendiri.
Refly menekankan pentingnya menilai pejabat berdasarkan kinerja dan integritas, bukan lagi berdasarkan afiliasi.
"Sudah saatnya kita tidak lagi mengidentifikasi orang berdasarkan apakah dia geng Solo atau tidak, tetapi kita mengidentifikasi orang berdasarkan kinerjanya, berdasarkan integritasnya," pungkas Refly, menyerukan evaluasi objektif terhadap pemerintahan Prabowo ke depan.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
-
Sambangi Makam Keluarga Jokowi: Refly dan Dokter Tifa Ungkap Kejanggalan Silsilah Keluarga Presiden
-
Sebut Parcok Sudah Ada Sejak Tahun 2000-an, Napoleon Bonaparte: Kita Harus Selamatkan Polri!
-
Said Didu 'Semprot' Hasan Nasbi Soal Penjilat: Itu Profesi Munafik, Tempatnya di Kerak Neraka!
-
Rocky Gerung Telak 'Ceramahi' Jenderal-jenderal, Ungkap Kemarahan Publik soal 'Parcok', Kenapa?
-
Gibran Disebut Cawapres Prabowo Lagi di 2029, PSI: Pernyataan Jokowi Powerfull
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang