News / Nasional
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 13:43 WIB
Pulau Sangihe yang rusak akibat tambang emas. (Dok. Greenpeace)
Baca 10 detik
    • Laut Sangihe tercemar logam berat akibat aktivitas tambang emas yang meluas.
    • Penelitian menemukan kadar merkuri, arsen, dan timbal di atas batas aman.

    • Polnustar dan Greenpeace mendesak penghentian tambang dan pemulihan ekosistem.

Polnustar dan Greenpeace menyerukan penghentian seluruh aktivitas pertambangan di Pulau Sangihe karena bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 yang melarang eksploitasi di pulau kecil. Mereka juga menuntut pemulihan ekosistem pesisir, pemeriksaan kesehatan bagi warga terutama anak-anak, serta penetapan Sangihe sebagai kawasan perlindungan laut dan darat yang permanen.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Load More