- Pratikno dorong inovasi medis dan pemerataan akses layanan kesehatan di Indonesia.
- Personalized medicine dan AI disebut mampu tingkatkan efektivitas pengobatan.
- Menko PMK serukan kolaborasi global atasi tantangan kesehatan akibat perubahan iklim.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya inovasi medis dan pemerataan akses layanan kesehatan di Indonesia.
Ia menilai, setiap manusia memiliki kondisi dan data kesehatan yang unik, sehingga layanan medis harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan individual.
Dalam pidatonya saat membuka Kongres ke-25 Asia Pacific Association of Allergy, Asthma, and Clinical Immunology (APAAACI) di Jakarta, Pratikno membagikan kisah pribadinya sebagai penyintas alergi debu yang menyebabkan asma dan sinusitis hingga harus menjalani dua kali operasi.
“Jika ditanya apa yang paling saya takuti, jawabannya jelas, karpet berdebu. Ini mungkin terdengar sederhana, bahkan lucu, tapi ilustrasi ini menunjukkan satu kebenaran mendalam bahwa di balik setiap kondisi medis, ada cerita manusia,” kata Pratikno dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Pratikno menjelaskan, dunia medis kini tengah memasuki era transformasi baru melalui perkembangan personalized medicine, digital health, terapi lanjutan, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Menurutnya, inovasi ini membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus memberdayakan pasien agar lebih memahami dan mengelola kesehatannya.
“Digital health memberi pasien dan tenaga kesehatan informasi real-time, sementara terapi lanjutan dan AI membuka potensi baru untuk mencegah dan memprediksi penyakit,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen membangun ekosistem inovasi kesehatan yang inklusif, dengan memastikan regulasi yang jelas, peningkatan investasi bagi ilmuwan dan tenaga medis, serta pemerataan akses terhadap teknologi medis.
“Inovasi tanpa akses adalah janji yang tak terpenuhi. Kita harus membangun sistem kesehatan yang maju sekaligus adil,” tegasnya.
Baca Juga: Menko Pratikno Akui Indonesia Krisis Dokter Spesialis, Target Tambah 70.000 di 2032
Selain itu, Pratikno juga menyoroti pentingnya kerja sama global untuk menghadapi tantangan kesehatan dunia seperti perubahan iklim dan polusi udara.
Ia menyerukan kolaborasi lintas negara melalui pertukaran data, riset bersama, serta harmonisasi regulasi internasional.
“Tidak ada satu negara atau institusi pun yang mampu menyelesaikan masalah ini sendiri. Skala tantangannya menuntut kolaborasi global, berbagi pengetahuan, penelitian bersama, harmonisasi regulasi, dan aksi kolektif menghadapi ancaman seperti perubahan iklim,” katanya.
Kontributor : Achmad Ali
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar