Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno kini menjadi sorotan publik imbas jawaban 'nyeleneh' viral di media sosial.
Hal itu terungkap saat Menko Pratikno dicecar awak media soal kisah pilu R (4), balita di Sukabumi yang meninggal dunia karena cacingan.
Dalam video yang dibagikan akun X, @ARSIPAJA pada Jumat (22/8/2024), Menko Pratikno mengaku mendadak kantuk saat ditanyakan soal kasus meninggalnya balita R.
Awalnya, Pratikno mengaku menyerahkan kasus balita yang meninggal karena cacingan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Mungkin Kemenkes yang ngawal. Tapi detailnya nanti ke Kemenkes ya," ujar Pratikno.
Saat ditanya lebih lanjut soal koordinasinya dengan pihak Kemenkes soal kasus balita R, Pratikno malah mengaku mendadak kantuk. Akan tetapi, Pratikno mengucapnya sembari tertawa.
"Saya ini agak ngantuk dikit," ujarnya seraya bercanda.
Ucapan nyeleneh Menko Pratikno yang mengaku 'ngantuk' saat ditanya soal kasus balita meninggal karena cacingan membuat netizen murka. Bahkan, tak sedikit yang menganggap Pratikno sebagai pejabat negara tak berempati dengan kondisi rakyat.
"Blacklist nih orang-orang begini, tandai, nanti pemilu jangan di pilih lagi," ancam salah satu netizen.
Baca Juga: Adian PDIP Sebar Poster Talk Show Wamenaker Noel 'Hukuman Mati Koruptor', Komentarnya Begini
"Emang empati pejabat kita ini sudah mati ya. Bisa-bisanya sebuah tragedi masih bisa tertawa pas diwawancarai," kecam yang lain.
"Sama sekali gak ada empatinya astaghfiullah aladzim," timpal yang lain meradang.
"Cepet tidur pak, semoga gak bangun lagi," cibir netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Wamenaker Noel Ditangkap KPK, Adian PDIP: Bagaimana Kelanjutan Talk Show 'Hukuman Mati Koruptor'?
-
Heboh usai OTT KPK, Muncul Foto Wamenaker Immanuel Ebenezer Lemas Terpasang Alat EKG, Benarkah?
-
Balita di Sukabumi Meninggal karena Cacingan, Menko PMK Praktikno Pilih Bungkam: Saya Ngantuk
-
Kisah Pilu Balita di Sukabumi Meninggal 'Digerogoti' Cacing, KPAI: Bukti Negara Abaikan Hak Anak!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif
-
Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel