- Pramono Anung larang ASN DKI mengeluh meski dana transfer dipotong Rp15 triliun.
- Pemangkasan anggaran tak memengaruhi program pendidikan seperti KJP dan KJMU.
- Pramono dorong kreativitas dan efisiensi kerja di tengah keterbatasan anggaran.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak mengeluh, meski dana transfer dari pemerintah pusat dipotong sebesar Rp15 triliun.
Menurut Pramono, kebijakan pemangkasan dana tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk pesimis ataupun menyalahkan pihak lain.
Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI harus tetap fokus menjalankan program prioritas tanpa menurunkan semangat kerja.
“Saya sudah mencanangkan, nggak boleh ada yang mengeluh siapapun di ruang publik walaupun anggarannya saya potong juga,” ujar Pramono dalam acara Top Team Workshop di Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2025).
Pemangkasan anggaran itu berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, yang semula dirancang sebesar Rp95 triliun menjadi Rp79 triliun.
Kendati demikian, Pramono memastikan program strategis seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak akan tersentuh pemotongan.
“Maka apa yang saya lakukan? Saya memutuskan untuk Jakarta yang namanya KJP, Kartu Jakarta Pintar, KJM, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, enggak boleh berkurang," katanya.
Ia juga menuturkan, dirinya telah menyampaikan langsung kepada Menteri Keuangan terkait dampak pemangkasan tersebut, namun menegaskan tidak akan mengeluh.
"Termasuk barusan DBH saya dipotong, motongnya Rp15 triliun, nggak main-main. Jadi APBD Jakarta dari 95 menjadi 79. Saya bilang sama Menteri Keuangan, yang kebetulan juga teman, 'Saya tidak akan mengeluh sedikitpun'," lanjutnya.
Baca Juga: Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tak Panik Gegara Dana Transfer Dipotong, Harus Efisiensi Belanja!
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa kondisi tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemprov DKI untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi kerja di tengah keterbatasan anggaran.
“Yang di-challenge dari peristiwa ini apa? Yang di-challenge adalah kreativitas. Kreativitas,” ujarnya menegaskan.
Ia optimistis, meskipun terjadi pemangkasan besar, pembangunan Jakarta tetap dapat berjalan efektif melalui perencanaan yang matang dan disiplin birokrasi.
“Dan saya yakin pasti bisa,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik
-
Kedok Game Keluarga! Disney Timezone di Jakarta Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan