News / Nasional
Minggu, 12 Oktober 2025 | 18:15 WIB
Roy Suryo, Dokter Tifa, M Taufiq hingga Rafli Harun saat ditemui di Gedung Umat Islam Solo. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Roy Suryo, Dokter Tifa, dan Refly Harun mendatangi makam keluarga Presiden Jokowi di Karanganyar dengan tujuan menelusuri silsilah keluarga
  • Kunjungan tersebut memicu kontroversi besar setelah Dokter Tifa secara terbuka menuding bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo bukanlah ibu kandung Jokowi
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi polemik ini dengan tenang, bahkan mengucapkan terima kasih kepada Roy Suryo Cs

Suara.com - Kunjungan pakar telematika Roy Suryo bersama Dokter Tifa dan Refly Harun ke kompleks pemakaman keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Karanganyar, Jawa Tengah, sontak menjadi perbincangan panas.

Aksi yang mereka klaim sebagai bagian dari misi "pencarian fakta" ini justru menuai kontroversi dan kecaman dari sejumlah pihak, khususnya yang pro Jokowi.

Berikut adalah rangkuman fakta-fakta penting di balik ziarah yang memicu kegaduhan publik tersebut.

1. Tim "Pencari Fakta" RRT

Kunjungan ini dilakukan oleh tim yang menamakan diri "Tim Pencari Fakta RRT" yang terdiri dari Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa). Mereka mendatangi kompleks pemakaman di Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, pada Selasa (7/10/2025).

2. Tujuan Utama: Menelusuri Silsilah Keluarga Jokowi

Secara terbuka, mereka menyatakan tujuan kedatangan adalah untuk menelusuri asal-usul dan silsilah keluarga Presiden Jokowi. Dokumentasi kunjungan tersebut diunggah melalui kanal YouTube Refly Harun dan dengan cepat menjadi viral.

3. Tudingan Mengejutkan Dokter Tifa

Puncak kontroversi terjadi saat Dokter Tifa menyuarakan kecurigaannya bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo bukanlah ibu kandung dari Jokowi. Ia mengklaim informasi ini diperoleh dari keterangan warga lokal.

Baca Juga: Prabowo Disebut Ogah Pasang Badan untuk Jokowi Soal Ijazah Palsu, Benarkah?

"Warga Solo mengatakan kalau ibu Sudjiatmi ini adalah ibu tiri dari Joko Widodo. Ada juga versi yang mengatakan ibu angkat," kata Dokter Tifa dikutip dari konten YouTube Refly Harun, Selasa (7/10/2025).

4. Analisis Kejanggalan Usia Ayah Jokowi

Argumen Dokter Tifa diperkuat dengan analisisnya mengenai selisih usia antara Jokowi dan ayahnya, Widjiatno Notomihardjo, yang hanya terpaut 19 tahun, yang ia anggap sebagai sebuah kejanggalan.

"Yang menarik dari tanggal kelahiran bapak Widjiatno Notomihardjo dan ibu Sujiatmi... Pak Widjiatno Notomihardjo ini lahir 30 Desember 1940. Sementara Pak Jokowi itu lahir 21 Juni 1961," ujarnya.

5. Bantahan Berniat Buruk dan Klarifikasi Doa

Menanggapi tudingan miring bahwa kunjungan mereka bertujuan buruk, Dokter Tifa memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa selain mengumpulkan data primer, timnya juga menyempatkan diri untuk berziarah dan mendoakan arwah orang tua Jokowi.

"Maka kami doakan agar arwah almarhum dan almarhumah dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosa dan khilafnya... Jadi video ini sebagai klarifikasi fitnahan termul-termul yang bilang kami merusak makam," tegas Tifa dalam cuitannya di X.

6. Kecaman dari Berbagai Pihak

Aksi Roy Suryo Cs ini sontak mengundang kritik dan kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk dari PSI dan Peradi Bersatu, yang menganggap tindakan tersebut tidak etis dan tidak pantas dilakukan.

7. Respons Tenang Gibran Rakabuming Raka

Di tengah panasnya kontroversi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan respons yang di luar dugaan. Ia justru menanggapi dengan tenang dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan doa yang telah dipanjatkan untuk kakek dan neneknya.

‎"Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Roy Suryo dan Ibu Dokter Tifa yang sudah sengaja datang melakukan ziarah kubur dan mendoakan Kakek Nenek kami tercinta yang telah tiada," kata Gibran.

Gibran juga menambahkan bahwa makam tersebut terbuka untuk siapa saja yang ingin berziarah.

Load More