- Pemprov Banten membentuk tim investigasi untuk mengklarifikasi dugaan kekerasan oleh kepala sekolah SMAN 1 Cimarga terhadap siswa yang merokok
- Kepala sekolah yang terlibat telah dinonaktifkan sementara untuk mempermudah proses pemeriksaan oleh tim Disdikbud dan kepolisian
- Hasil investigasi akan diserahkan ke BKD untuk menentukan sanksi ASN, sementara pemerintah tetap menekankan pentingnya penegakan aturan larangan merokok di sekolah
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengambil langkah tegas dengan menurunkan tim khusus untuk mengusut tuntas insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap seorang siswa di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak. Tindakan cepat ini dilakukan menyusul ketegangan di sekolah yang sempat memicu aksi mogok belajar dari para siswa.
Tim investigasi telah diterjunkan langsung ke lokasi sejak Selasa (14/10) untuk mengumpulkan fakta dan keterangan dari berbagai pihak. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Lukman, memastikan proses klarifikasi berjalan objektif untuk menjaga kondusivitas kegiatan belajar mengajar.
“Kami sudah menurunkan tim ke SMAN 1 Cimarga untuk melakukan klarifikasi terhadap siswa, guru, dan komite sekolah,” kata Lukman di Kota Serang, Banten, Rabu (15/10/2025).
Menurut laporan awal, insiden ini bermula ketika kepala sekolah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok di area belakang sekolah. Teguran tersebut kemudian berujung pada ketegangan yang diduga melibatkan kontak fisik.
“Kejadiannya bermula dari teguran terhadap siswa yang kedapatan merokok di belakang sekolah hingga terjadi ketegangan. Kepala sekolah mengaku sempat menepuk siswa, namun masih kami dalami,” ujar Lukman sebagaimana dilansir Antara.
Untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar dan tanpa intervensi, Pemprov Banten telah mengambil keputusan strategis dengan menonaktifkan sementara kepala sekolah yang bersangkutan. Lukman juga membantah adanya perintah untuk meliburkan sekolah dan meminta seluruh siswa untuk kembali beraktivitas seperti biasa.
“Sekolah tidak diliburkan. Hari ini seluruh siswa saya minta kembali masuk agar proses belajar tidak terganggu,” ucapnya.
Hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) awal dari tim Disdikbud akan segera diserahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten. BKD akan menindaklanjuti temuan tersebut untuk menentukan status kepegawaian dan potensi sanksi disiplin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jika terbukti bersalah.
“Kami lakukan BAP awal dan hasilnya akan diserahkan ke BKD untuk penentuan status pegawai,” katanya.
Baca Juga: DPRD Banten Soal Kepsek SMAN 1 Cimarga: Kekerasan Tak Boleh, Tapi Siswa Salah Jangan Dibela
Di sisi lain, Lukman menegaskan bahwa penegakan tata tertib sekolah, termasuk larangan merokok, tetap menjadi prioritas. Ia menekankan bahwa siswa yang melanggar aturan juga harus mendapat pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah.
“Tidak dibenarkan juga jika lingkungan sekolah menjadi tempat merokok siswa. Siswa yang melanggar akan diberi teguran agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Lukman.
Tag
Berita Terkait
-
DPRD Banten Soal Kepsek SMAN 1 Cimarga: Kekerasan Tak Boleh, Tapi Siswa Salah Jangan Dibela
-
Instagram Gubernur Banten 'Diserbu' Netizen Buntut Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga
-
5 Fakta Kasus Penamparan Siswa SMAN 1 Cimarga Berujung Penonaktifan Kepsek dan Kritik Keras
-
5 Fakta Terbaru Kasus Kepsek SMAN 1 Cimarga Tampar Murid Merokok, Kini Dinonaktifkan
-
Ratusan Siswanya Masih Mogok Sekolah, Ini yang Dilakukan Pihak SMA Negeri 1 Cimarga
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025