- Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa, meminta maaf atas video viral yang menampilkannya seolah mencibir massa aksi di depan gedung DPRD
- Dheninda membantah tudingan tersebut, mengklaim gesturnya adalah respons terhadap karyawan orang tuanya yang memberinya isyarat jempol dan murni kesalahpahaman
- Ia menegaskan tidak ada niat untuk mencibir dan menduga insiden ini sengaja dipelintir untuk mengalihkan isu lain
Suara.com - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Dheninda Chaerunnisa, menjadi pusat perhatian publik setelah sebuah video yang merekam gesturnya saat aksi demonstrasi viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia dituding telah mencibir massa aksi, namun Dheninda dengan tegas membantah dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Insiden ini terjadi di tengah demonstrasi yang digelar di depan Kantor DPRD Gorut pada Senin (13/10/2025). Video yang beredar cepat menangkap ekspresi Dheninda yang dinilai merendahkan para orator.
Merespons hal tersebut, Dheninda pun memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman yang telah menyebar luas.
"Makanya orang-orang harus lihat, tahu ekspresi aku saat ini. Ya Allah tidak ada sama sekali niatku mencibir, buat apa aku mencibir," ujar Dheninda dalam video klarifikasi yang beredar sebagaimana dikutip pada Rabu (15/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa gestur yang terekam kamera bukanlah ditujukan kepada para demonstran. Menurutnya, saat itu ia sedang berkomunikasi dengan salah seorang karyawan orang tuanya yang berada di antara kerumunan. Gestur tersebut, klaimnya, adalah balasan atas isyarat jempol yang diberikan kepadanya.
"Karena karyawan orang tua saya memberikan gestur kayak jempol begitu, jadi seakan-akan yang bisa saya bahasakan dia mengatakan bahwa 'tenang begitu, ada saya di sini, mantap-mantap'. Karena gesturnya kayak gitu jadi saya pas lihat dia, saya langsung memberikan gestur begitu (mencibir)," terang Dheninda.
Menyadari dampaknya yang meluas, Dheninda secara terbuka menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia tetap bersikukuh bahwa tidak ada niat buruk di balik ekspresinya yang menjadi viral.
"Jadi saya mohon maaf kepada semuanya, tetapi saya luruskan bahwa saya tidak bermaksud untuk mencibir," tegasnya.
Dheninda mengaku terkejut saat mengetahui gesturnya dimaknai berbeda dan memicu kegaduhan. Ia kembali menekankan bahwa pandangannya saat itu tidak mengarah ke orator, melainkan ke sisi kanan tempat karyawan orang tuanya berada.
Baca Juga: Trans 7 dan Presenter Dwi Putri Disalatkan Warga Indramayu
"Jadi nggak ada bermaksud sama sekali. Dan itu tolong diperhatikan oratornya di mana, terus pandangan pimpinan, saya, menghadap ke orator. Sedangkan saya waktu miring (mencibir) gini (melihat ke) kanan karena orangnya karyawan saya sebelah kanan, saya miring begitu," imbuhnya.
Lebih jauh, ia menyinggung adanya kemungkinan gesturnya sengaja dipelintir untuk mengalihkan isu lain yang sedang berkembang.
"Jangan sampai ini mengalihkan isu karena dari awal masalah pun ini masalah hanya dipelintir-pelintir. Sesuatu yang tidak pernah saya katakan, tidak pernah saya lakukan, dan bisa dicek semuanya, ada buktinya, tidak pernah mengatakan seperti itu," pungkasnya.
Dalam klarifikasi lanjutannya, Dheninda kembali memohon agar video dan tangkapan layar yang beredar tidak terus-menerus dipelintir.
"Saya ingin mengklarifikasi terkait dengan video saya yang beredar lalu screenshot sama berbagai media yang katanya saya mencibir orator pada saat demo. Dan teman-teman saya mohon untuk jangan terus dipelintir-pelintir ini sebuah kesalahpahaman," jelasnya.
Berita Terkait
-
Trans 7 dan Presenter Dwi Putri Disalatkan Warga Indramayu
-
Gara-Gara Fobia Nasi, Siswi SMA Ini Dapat Menu MBG Khusus
-
Viral Patwal PM Potong Jalan Sebabkan Kecelakaan Lalu Kabur, Kapuspen TNI: Sedang Kami Telusuri
-
Kronologi Lengkap Pembunuhan ABG Perempuan di Cilincing: Dijebak, Dicekik, Lalu Dilecehkan
-
Viral! Oknum Patwal PM Kawal Mobil Mewah Diduga Picu Kecelakaan, Ini Videonya!
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL