- Sosok Gubernur Banten Andra Soni turut menjadi sorotan ketika kasus Kepala SMAN 1 Cimarga ramai diberitakan.
- Kepemimpinannya diuji oleh kasus Kepala SMAN 1 Cimarga yang dinonaktifkan setelah menampar seorang siswa merokok.
- Ia mengambil keputusan pro kontra dan kini mengaktifkan kembali kepala sekolah dengan alasan niat baik mendisiplinkan siswa.
Polemik dimulai ketika Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, menampar seorang siswa berinisial ILP (17) yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
Insiden ini memicu reaksi keras dari siswa lain yang berujung pada aksi mogok belajar dan tuntutan agar kepala sekolah dicopot.
Pemerintah Provinsi Banten, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sementara sang kepala sekolah pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Langkah ini diambil untuk mendinginkan suasana dan memastikan proses belajar mengajar kembali kondusif. Siswa yang melanggar aturan pun tetap diberi sanksi berupa teguran dan pembinaan oleh guru BK.
Kasus ini menjadi bola panas. Di satu sisi, ada desakan kuat untuk menegakkan disiplin tanpa kekerasan di lingkungan sekolah.
Pada sisi lain, muncul suara-suara yang membela tindakan guru sebagai bentuk kepedulian untuk mendisiplinkan siswa.
Keputusan Kontroversial dan Alasan di Baliknya
Di tengah situasi yang memanas, Andra Soni mengambil langkah yang mengejutkan banyak pihak.
Setelah mempertemukan kepala sekolah dan siswa, ia memutuskan akan mengaktifkan kembali Dini Fitria sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga. Keputusan ini sontak menjadi buah bibir dan menuai pro dan kontra.
Andra Soni memberikan alasan yang mendasari keputusannya. Menurutnya, penonaktifan tersebut bersifat sementara dan bukan bentuk hukuman.
Baca Juga: Bela Kepsek SMA 1 Cimarga yang Tampar Murid, Dedi Mulyadi: Jangan Kriminalisasi Guru Sekolah
Ia memandang tindakan sang kepala sekolah sebagai niat baik seorang guru, meski diakui ada emosi yang terselip.
"Bu Dini mengakui ada terselip emosi, tapi bukan emosi untuk mencederai. Itu bentuk niat baik guru kepada murid. Masa iya ada murid merokok tidak ditegur?" terang Andra.
Lebih jauh, Andra khawatir jika para guru menjadi takut untuk menegur siswa yang salah karena khawatir dilaporkan ke polisi.
Ia juga berpendapat bahwa memindahkan kepala sekolah ke tempat lain tidak akan menyelesaikan masalah, justru bisa menimbulkan preseden buruk.
Bagi Andra, jika setelah diaktifkan kembali muncul penolakan, itu justru menjadi indikator bahwa ada masalah internal lain di sekolah yang harus diselesaikan oleh kepala sekolah itu sendiri.
Keputusan ini dapat dilihat sebagai cerminan gaya kepemimpinan pragmatis yang berakar dari pengalamannya.
Berita Terkait
-
Bela Kepsek SMA 1 Cimarga yang Tampar Murid, Dedi Mulyadi: Jangan Kriminalisasi Guru Sekolah
-
Ending Saling Maaf-maafan, Kasus Kepsek SMAN 1 Cimarga Tampar Murid Perokok Bakal Dicabut?
-
Buntut Kasus Kepsek Tampar Siswa Merokok di Kantin, Ancaman Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga Viral
-
Terpopuler: Judul Disertasi Ahmad Sahroni Bikin Salfok, HRD Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga?
-
Kasus Kepsek SMAN 1 Cimarga Jadi Alarm Penting, Sekolah Harus Tegakkan Kawasan Tanpa Rokok
Terpopuler
- 8 Sepatu Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan!
- Cek Fakta: Jokowi Resmikan Bandara IMIP Morowali?
- Ramalan Shio Besok 29 November 2025, Siapa yang Paling Hoki di Akhir Pekan?
- 7 Rekomendasi Sepatu New Balance Diskon 70 Persen di Foot Locker
- 3 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka Terbaik Diskon 70 Persen di Foot Locker
Pilihan
-
Kids Dash BSB Night Run 2025 Jadi Ruang Ramah untuk Semua Anak: Kisah Zeeshan Bikin Terharu
-
Profil John Herdman, Pesaing Van Bronckhorst, Calon Pelatih Timnas Indonesia
-
Info A1! Orang Dekat Giovanni van Bronckhorst Bongkar Rumor Latih Timnas Indonesia
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
Terkini
-
Sadis! Komplotan Perampok di Tangsel Keroyok Korban, Disekap di Mobil Sambil Dipaksa Cari Orang
-
AHY Pimpin Penyelamatan Korban Banjir Sumatra, Ungkap Penyebabnya Topan Tropis Langka
-
PBNU Makin Panas, Wasekjen Sebut Pemecatan Gus Yahya Cacat Prosedur: Audit Belum Selesai
-
Tangis Ira Puspadewi Kenang Gelapnya Kamar Penjara: Dihindari Teman, Cuma Bisa Ngobrol Sama Tuhan
-
Legislator Nasdem Minta Gelondongan Kayu Pasca-banjir Sumatera Diinvestigasi
-
Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Dunia Jadi 442 Orang
-
Wasekjen PBNU Skakmat Syuriyah: Aneh, Gus Yahya Dipecat Dulu Baru Dicari Faktanya
-
Tragedi Banjir Aceh: Korban Tewas Jadi 96 Orang, 113 Hilang, Puluhan Ribu Keluarga Mengungsi
-
Momen Emosional Ira Puspadewi di Acara Syukuran Usai Bebas Penjara: Ini Mimpi Enggak Ya?
-
Saat Kurir Jatuh, Siapa yang Menolong? Ketika BPJS Ketenagakerjaan Jadi Penolong Pekerja Informal