- Fakta-fakta baru terungkap di balik kasus penyekapan dan penyiksaan dengan modus jual beli mobil di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
- Selain menyekap para korban, sindikat ini diduga menggunakan atribut kepolisian palsu untuk melancarkan aksinya.
- Di lokasi penyekapan, polisi menemukan satu pucuk senjata jenis airsoft gun, pelat dinas Polri palsu, dan seragam polisi.
Suara.com - Fakta-fakta baru terungkap di balik kasus penyekapan dan penyiksaan dengan modus jual beli mobil di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Selain menyekap para korban, sindikat ini diduga menggunakan atribut kepolisian palsu untuk melancarkan aksinya. Di lokasi penyekapan, polisi menemukan satu pucuk senjata jenis airsoft gun, pelat dinas Polri palsu, dan seragam polisi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indradi, mengatakan bahwa seluruh temuan tersebut kini tengah didalami asal-usulnya.
"Airsoft gun ini ditemukan di lokasi penyekapan. Ini juga kami masih lakukan pendalaman," jelas Ade Ary di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Sementara itu, pelat nomor dinas Polri yang terpasang di mobil para pelaku dipastikan palsu.
"Pelat nomor yang ditemukan itu adalah palsu. Kemudian ini masih dilakukan pendalaman, milik siapa seragam tersebut," ujarnya.
Penyidik kini mendalami apakah atribut-atribut ini digunakan untuk menipu dan mengintimidasi para korban.
Terungkap Berkat Keberanian Istri Korban
Kasus ini terungkap setelah istri salah satu korban, DJ, berhasil melarikan diri saat para penjaga tertidur pada Minggu (12/10) pagi. Ia kemudian berhasil mencapai Polda Metro Jaya dan membuat laporan.
Peristiwa ini sendiri bermula pada Sabtu (11/10) malam saat para korban dijebak dalam transaksi jual beli mobil di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Setelah mentransfer uang muka Rp 49 juta, mereka langsung disekap, dibawa ke sebuah rumah di Pondok Aren, lalu disiksa dan diperas.
Baca Juga: Istri Korban Lolos Saat Penjaga Tertidur, Polisi Bongkar Sindikat Penyekapan Modus COD Mobil
Setelah menerima laporan, tim Resmob Polda Metro Jaya langsung bergerak ke lokasi, menangkap para pelaku, dan menyelamatkan tiga korban lainnya.
"Sembilan tersangka sudah ditetapkan, termasuk seorang perempuan berinisial N yang berperan sebagai koordinator lapangan dan memancing korban agar ikut," jelas Ade Ary.
Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 333 KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan dan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
MK Putuskan Penyakit Kronis Masuk Kategori Disabilitas, Kabar Baik Bagi Pejuang Autoimun dan Saraf
-
Bareskrim Bongkar Rantai Bandar Narkoba Ko Erwin: Charlie dan Arfan Dicokok, The Doctor Diburu
-
Dipanggil KPK untuk Kasus DJKA, Eks Menhub Budi Karya Absen Alasan Sakit
-
Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya
-
Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Tindak 350 Pelanggaran dan Proses 4 Perkara Hukum
-
Perang AS-Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Berstatus Siaga Tinggi
-
Disebut Mandek 10 Tahun, Pramono Anung Heran Soal Gaji Nakes Jakarta: Masa Sih Nggak Naik?
-
Syahdan Husein Lawan Tuduhan Menghasut: Ini Ketidakpuasan Pemuda dengan Politik Penuh Intrik
-
BMKG: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia