- Wakil Ketua DPR tersinggung tayangan hina pesantren.
- Video keponakannya jadi bukti kuat untuk menggugat.
- Warganet kritik DPR lamban tangani kasus krusial lainnya.
Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr. H. Cucun A Syamsurijal, menyatakan dirinya berhak untuk melaporkan stasiun televisi Trans7 atas tayangan program "Xpose Uncensored" yang dianggap menghina pesantren dan kiai.
Wakil Ketua DPR RI ini menyampaikannya ketika sedang rapat bersama pihak Trans7 dan perwakilan santri serta kyai terkait masalah pondok pesantren tersebut di ruang sidang DPR RI.
Cucun menegaskan bahwa protesnya tidak hanya dilayangkan dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPR RI, tetapi juga sebagai alumni dan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung.
Sebab, salah satu potongan video yang ditayangkan Trans7 pada program tersebut juga merupakan video keponakannya yang sedang berada di Pondok Pesantren Cipasung.
"Sebetulnya, saya bukan atas nama wakil ketua DPR RI karena ada gambar yang ditampilkan Trans7 yang gulung tikar itu keponakan saya di Pondok Pesantren Cipasung," kata Cucun dilansir dari unggahan akun X @Mdy_Asmara1701 pada Kamis 16 Oktober 2025.
Ia menjelaskan bahwa lokasi dalam video tersebut adalah kediaman gurunya, Kiai Abun Bunyamin Ruhiyat.
Sedangkan, sosok yang terlihat menggulung tikar diidentifikasi sebagai keponakannya yang bernama Ahmad Zaeni.
"Ibu cek lagi yang gulung tikar, itu di rumah guru saya, Kiai Abun Bunyamin Ruhiyat dan yang gulung tikar itu keponakan saya, namanya Ahmad Zaeni dan dia sudah dewasa, cakap hukum dan bisa melaporkan narasi yang dari ibu," jelasnya meminta pihak Trans 7 untuk mengecek ulang video yang ditayangkan tersebut.
Sebagai alumni, wakil ketua DPR RI ini merasa memiliki hak untuk mengambil langkah hukum atas tayangan video keponakannya yang dipotong oleh Trans7 tersebut.
Baca Juga: Hidup Sunyi Ammar Zoni usai 'Dibuang' ke LP Nusakambangan, Sidang Kasusnya Cuma Lewat Zoom
"Saya juga alumninya dan saya berhak untuk menggugat dan melaporkan Trans7," tegasnya yang disambut sorakan dan tepuk tangan dari perwakilan para santri dan kiai.
Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa penayangan video yang dipotong-potong tersebut telah berdampak pada citra sejumlah pondok pesantren, tak hanya Pondok Pesantren Lirboyo.
"Bukan hanya itu, kemarin yang ditayangkan itu hampir menyangkut saya hitung 10-12 pesantren karena video yang dipotong-potong," katanya.
Cucun juga memberikan dorongan kepada Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Jakarta untuk melanjutkan permasalah ini sebagai bentuk memberikan hak kepada para santri.
"Tadi permintaan dari Himasal dari Jakarta juga silahkan lanjut. Kami hargai apa yang merupakan hak sebagai anak bangsa, karena kita hidup di Indonesia memahami kemajemukan," ujarnya.
Sayangnya sikap Wakil Ketua DPR RI dalam menyikapi tayangan Trans7 yang picu kontroversi ini menuai beragam komentar dari warganet.
Berita Terkait
-
Sosok Syafiq Riza Hasan Basalamah, Cara Salaman dengan Santri Beda dari Yang Lain
-
Muncul Dugaan Kasus Trans7 vs Ponpes Lirboyo untuk Tutupi 4 Kasus Besar Ini
-
DPR Desak Audit Izin Siar Trans7 Usai Adanya Tayangan Diduga Melecehkan Kiai dan Pesantren
-
Atas Arahan Chairul Tanjung, Program Xpose Uncencored di Trans7 Akhirnya Dihentikan
-
Buntut Konten Ponpes Lirboyo, Izin Hak Siar Trans7 di Ujung Tanduk?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
-
Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum
-
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
-
Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat
-
Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya
-
Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia