Lapisan es Arktik di Kutub Utara. (NASA)
Baca 10 detik
-
- Pemerintah Trump membuka lebih dari 630 ribu hektar Suaka Margasatwa Arktik untuk eksplorasi minyak, termasuk wilayah suci Suku Gwich’in.
- Suku Gwich’in menolak karena khawatir habitat rusa Porcupine rusak, sedangkan sebagian Iñupiaq mendukung demi ekonomi lokal.
- Aktivis lingkungan menilai kebijakan ini mengutamakan bisnis daripada alam dan hak adat, serta berencana menggugat ke pengadilan.
Meski begitu, para aktivis lingkungan tetap berencana membawa persoalan ini ke pengadilan. Mereka menilai langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana kebijakan ekonomi masih sering berbenturan dengan tanggung jawab menjaga alam.
Pengeboran minyak di kawasan Arktik selama bertahun-tahun sekarang menjadi simbol pertarungan dua kepentingan besar yaitu keuntungan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Bagi masyarakat adat seperti Gwich’in, tanah itu bukan sekadar hamparan beku di ujung dunia tapi tempat kehidupan, budaya, dan spiritual mereka tumbuh.
Namun bagi pemerintah dan sebagian penduduk lain, sumber daya alam di bawah tanah beku itu dianggap peluang besar untuk mendongkrak ekonomi daerah terpencil.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini
-
Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat
-
Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
-
Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL
-
Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?
-
Macet Parah Gilimanuk Makan Korban, Bukti Buruknya Manajemen Mudik
-
Dugaan Anggota Terlibat, Mabes TNI Selidiki Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Redam Konflik Berdarah, PBB Sambut Baik Jeda Pertempuran Afghanistan-Pakistan Jelang Lebaran
-
Dua Jenderal Iran Tewas, AS Mulai Tinggalkan NATO dan Australia?
-
Ali Larijani Tewas: Apakah Kematiannya Bakal Perdalam Krisis di Iran?