- Direktur Lokataru Delpedro Marhaen dan tiga tersangka lainnya resmi dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Kejati DKI Jakarta setelah berkas kasus dugaan penghasutan dinyatakan lengkap (P21)
- Meski kedua tangannya terikat kabel ties merah, Delpedro secara simbolis mengangkat kepalan tangannya dan meneriakkan pesan perlawanan, "Semakin ditekan semakin melawan."
- Upaya hukum melalui praperadilan yang diajukan Delpedro dkk untuk menggugurkan status tersangka sebelumnya telah ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Suara.com - Pemandangan kontras tersaji di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Rabu (29/10). Di tengah proses hukum yang menjeratnya, Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, justru menampilkan simbol perlawanan yang kuat. Mengenakan kemeja putih sederhana, kedua tangannya terikat erat oleh kabel ties besar berwarna merah menyala.
Hari itu, Delpedro tidak sendiri. Bersama tiga rekannya, Muzaffar Salim, Syahdan Husein, dan Khariq Anhar, ia dikeluarkan dari sel tahanan untuk menjalani proses pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.
Proses itu menandakan babak baru dalam kasus mereka, setelah berkas perkara dugaan penghasutan yang menjeratnya dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak kejaksaan.
Namun, bukan raut ketakutan yang terpancar. Sesaat sebelum masuk ke dalam mobil tahanan yang akan membawanya, sebuah momen simbolik terjadi.
Delpedro mengangkat kedua tangannya yang terkepal dan terikat itu tinggi-tinggi. Sebuah gestur yang seolah mengatakan bahwa ikatan fisik tak akan pernah bisa membelenggu semangatnya.
Tak hanya itu, dengan suara yang lantang dan jelas, ia meneriakkan pesan perlawanan yang ditujukan kepada kawan-kawan dan para pendukungnya yang setia mengawal kasus ini.
"Sehat-sehat semuanya. Semangat semuanya. Semakin ditekan semakin melawan," pekik Delpedro, mengubah suasana tegang menjadi momen yang membakar semangat.
Kasus yang menjerat Delpedro dan kawan-kawan ini bermula dari gelombang demonstrasi besar beberapa waktu lalu. Polda Metro Jaya menetapkan total enam orang sebagai tersangka atas tuduhan penghasutan melalui media sosial.
Selain Delpedro yang juga merupakan admin akun Instagram @lokataru_foundation, nama-nama lain yang terseret adalah Muzaffar Salim (MS), staf Lokataru dan admin @blokpolitikpelajar; Syahdan Husein (SH), admin akun @gejayanmemanggil; dan Khariq Anhar (KA), admin akun @AliansiMahasiswaPenggugat.
Baca Juga: Berkas Lengkap! Aktivis Delpedro Cs akan Dilimpahkan ke Kejati DKI Rabu Besok
Dua tersangka lainnya adalah RAP, yang dituduh membuat tutorial bom molotov dan menjadi koordinator kurir, serta Figha Lesmana (FL), admin akun TikTok @fighaaaaa.
Upaya perlawanan hukum sebenarnya telah ditempuh oleh Delpedro, Muzaffar, Khariq, dan Syahdan. Mereka mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menguji sah atau tidaknya status tersangka yang disematkan kepada mereka.
Namun, perjuangan di meja hijau itu kandas setelah majelis hakim memutuskan untuk menolak gugatan praperadilan mereka.
Tag
Berita Terkait
-
Detik-detik Penembak Pengacara Ditangkap: Terkapar di Gang Sempit, Tak Berdaya Saat Pistol Ditemukan
-
Kapolda Metro Jaya Perintahkan Propam Tindak Polisi Pelaku Catcalling di Kebayoran Baru
-
Hujan Deras Bikin Jakarta Macet Parah, Dirlantas Polda Metro Turun Langsung ke Pancoran
-
Tangan Diikat saat Dilimpahkan ke Kejaksaan, Delpedro: Semakin Ditekan, Semakin Melawan!
-
Pelaku Sudah Ditangkap! Polisi Ungkap Motif Penembakan Pengacara di Lahan Kosong Tanah Abang
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Masuk Level Waspada
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari
-
Berawal dari Ingin Salaman, Anggota Banser Diduga Dikeroyok: Habib Bahar Kini Resmi Jadi Tersangka
-
Teriakan Histeris di Sungai Tamiang: 7 Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Aceh
-
Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan
-
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
-
Polri Akan Terbitkan Red Notice Buron Kasus Chromebook Jurist Tan, Lokasinya Sudah Dipetakan
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid