- Nama Najelaa Shihab menjadi sorotan setelah terungkap sebagai anggota grup WhatsApp "Mas Menteri Core Team", namun ia membantah terlibat dalam urusan proyek Chromebook yang diduga korupsi
- Jauh sebelum isu ini, Najeela dikenal sebagai tokoh reformasi pendidikan, pendiri Sekolah Cikal, Sekolah Murid Merdeka (SMM), dan penggagas gerakan "Semua Murid Semua Guru"
- Sebagai lulusan S2 Psikologi UI dan putri Quraish Shihab, ia telah mendedikasikan lebih dari 20 tahun untuk membangun ekosistem pendidikan yang berpihak pada murid melalui berbagai platform luring dan daring
Suara.com - Nama Najelaa Shihab, kakak kandung jurnalis Najwa Shihab, mendadak kembali menjadi buah bibir. Pemicunya adalah keterlibatannya dalam grup WhatsApp eksklusif “Mas Menteri Core Team” yang dibentuk oleh mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.
Grup yang disebut-sebut berisi para ahli dan mitra strategis pendidikan itu diduga menjadi wadah Nadiem untuk meminta masukan terkait kebijakan. Najeela mengakui keberadaannya di dalam grup tersebut bersama sejumlah tokoh pendidikan independen lainnya.
Namun, ia dengan tegas membantah keterlibatan atau pemberian masukan apa pun terkait proyek pengadaan laptop Chromebook yang kini tengah diselidiki Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi.
Najelaa menegaskan, perannya murni sebatas memberikan rekomendasi kebijakan pendidikan melalui lembaga yang ia pimpin, Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK).
Meski namanya terseret dalam isu tersebut, Najelaa Shihab bukanlah sosok baru. Ia adalah raksasa di dunia pendidikan Indonesia, seorang inovator yang telah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk mereformasi cara anak-anak Indonesia belajar.
Lahir di Ujungpandang pada 11 September 1976, Najeela adalah putri sulung dari cendekiawan Muslim terkemuka, Prof. Muhammad Quraish Shihab. Minatnya pada dunia pendidikan sudah tertanam sejak belia, dengan cita-cita menjadi guru yang ia pegang teguh sejak kelas dua SD.
Impian itu mulai diwujudkan secara serius saat ia menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), di mana ia berhasil meraih gelar S1 dan S2. Berbekal ilmu psikologi anak dan pendidikan, Najeela tak butuh waktu lama untuk menerjemahkan visinya menjadi aksi nyata.
Pada tahun 1999, di usianya yang baru menginjak 23 tahun, ia mendirikan Sekolah Cikal. Ini bukan sekadar sekolah, melainkan sebuah gebrakan. Cikal dirancang sebagai lembaga pendidikan progresif yang berfokus pada pengembangan "5 Stars Competencies", sebuah kurikulum yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, sosial, dan moral. Dari Kemang, Cikal kini telah menyebar ke kota-kota besar lainnya.
Tak puas hanya dengan Cikal, Najelaa terus melahirkan inovasi. Pada 2012, ia meluncurkan Inibudi.org, sebuah platform video pembelajaran gratis dari guru untuk semua.
Baca Juga: Najelaa Shihab Akui Masuk Grup WA 'Mas Menteri', Tapi Kejagung Membantah, Mana yang Benar?
Empat tahun berselang, ia menginisiasi gerakan kolaboratif "Semua Murid Semua Guru", sebuah jaringan yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut andil memajukan pendidikan.
Era digital dijawabnya dengan meluncurkan Sekolah Murid Merdeka (SMM) pada 2019, sebuah platform blended learning yang menggabungkan metode daring dan tatap muka. Inovasi ini, bersama dengan Sekolah.mu dan Kampus Guru Cikal, kini menjadi salah satu ekosistem pendidikan digital terbesar di Tanah Air.
Sederet penghargaan bergengsi pun diraihnya, termasuk dinobatkan sebagai Asia’s Top Outstanding Women Marketeer of the Year pada 2023. Di luar itu, ia aktif di berbagai organisasi sosial dan lingkungan, membuktikan kepeduliannya yang melampaui batas ruang kelas.
Selama lebih dari dua dekade, Najelaa Shihab telah menjadi motor penggerak transformasi pendidikan. Ia tidak hanya menawarkan wacana, tetapi membangun model-model konkret melalui sekolah, platform digital, dan jaringan kolaborasi.
Meski kini namanya disebut dalam pusaran isu grup WhatsApp Nadiem Makarim, ia menegaskan fokusnya tidak pernah bergeser dari upaya pembenahan pendidikan Indonesia.
Berita Terkait
-
Najelaa Shihab Akui Masuk Grup WA 'Mas Menteri', Tapi Kejagung Membantah, Mana yang Benar?
-
Misteri Grup WA Terjawab: Kejagung Bantah Najelaa Terlibat Skandal Chromebook
-
Skandal Chromebook: Pengacara Nadiem Tunjuk Hidung Stafsus, Siapa Dalang Sebenarnya?
-
Najelaa Shihab di Grup WA Nadiem, Bantah Ikut Bahas Korupsi Chromebook: Bukan Lingkup Saya
-
Drama Grup WA 'Mas Menteri': Najelaa Shihab dan Kubu Nadiem Kompak Bantah, tapi Temuan Jaksa Beda
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali