- Presiden Prabowo Subianto hari ini berangkat ke Korea Selatan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025.
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kehadiran kepala negara hanya untuk agenda KTT tanpa kegiatan lain.
- Perjalanan diperkirakan berlangsung sekitar tiga hari, dengan harapan doa restu masyarakat agar berjalan lancar.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Korea Selatan hari ini. Kepala negara diagendakan hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025.
"Iya, hari ini tadi Bapak Presiden bertolak ke Korea untuk mengadiri KTT APEC," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Pras mengatakan kemungkinan Prabowo akan berada di Korea Selatan selama tiga hari.
Ia menegaskan kehadiran kepala negara di Negeri Ginseng tersebut hanya untuk hadir di KTT APEC, tidak ada agenda lain.
"Kurang lebih beliau akan berada di Korea selama mungkin tiga hari. Mohon doa restunya semoga perjalanan lancar," kata Pras.
Keberangkatan Prabowo ke Korea Selatan ini juga disinggung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardianto yang melakukan audensi dengan perwakilan para guru madrasah yang menggelar aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Kamis (30/10/205).
Para guru yang hadir dalam aksi ini memiliki satu tuntutan utama, yakni bertemu Presiden Prabowo untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Tetapi, Prabowo tidak dapat menemui mereka.
Juri mengatakan bahwa Prabowo bukan tidak mau bertemu para guru madrasah, melainkan tidak bisa lantaran kepala negara hendak berangkat menuju ke Korea Selatan.
"Tuntutannya, tadi sudah disampaikan bahwa organisasi guru madrasah ini ingin menyampaikan aspirasi kepada pak presiden langsung. Tapi kita tahu, semua teman-teman tahu hari ini Pak Presiden memulai perjalanan ke Korea Selatan untuk mengikuti KTT APEC," kata Juri.
Baca Juga: Plot Twist Senayan, Alasan MKD Putuskan Keponakan Prabowo Tetap Jadi Anggota DPR
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
Terkini
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?
-
Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
-
Usut Kasus Bupati Sudewo, KPK Bakal Telusuri Dugaan Pemerasan Calon Perangkat Desa di Wilayah Lain
-
Ketika Korban Kekerasan Seksual Memilih Diam dan Tak Melapor, Sejauh Mana Negara Berpihak?
-
Polisi Tangkap 10 Remaja Pelaku Tawuran Maut di Jakarta Barat, Korban Tewas Bacok
-
Investigasi Ungkap 'State Capture Corruption' Industri Rokok, Eks Pejabat Jadi Komisaris
-
Kemenkes dan Polri Peringatkan Bahaya Whip Pink atau Gas N2O: Bisa Sebabkan Kematian
-
Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
-
Nama Jokowi Diseret dalam Kasus Kuota Haji Gus Yaqut, PSI Kasih Pembelaan
-
Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat