-
- Produk Pork Savor yang viral di media sosial bukan bagian dari Ajinomoto Indonesia dan kemungkinan masuk melalui jalur pribadi atau jastip.
- PT Ajinomoto Indonesia menegaskan seluruh produknya resmi bersertifikat halal dari BPJPH dan diawasi ketat melalui Sistem Jaminan Produk Halal.
- Perusahaan juga menekankan bahwa konten promosi Pork Savor yang beredar tidak terkait dengan kegiatan pemasaran resmi mereka.
Suara.com - Beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan dengan beredarnya konten yang menampilkan produk bertuliskan “Pork Savor”. Video dan foto produk tersebut dengan cepat viral di platform seperti TikTok dan Instagram, memicu keresahan di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Banyak warganet mempertanyakan apakah produk tersebut merupakan bagian dari jajaran bumbu masak milik Ajinomoto Indonesia.
Menanggapi hal ini, perusahaan pun memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang beredar dan menegaskan bahwa produk Pork Savor tidak diproduksi maupun diedarkan secara resmi di Indonesia.
Dalam keterangannya kepada Suara.com, PT Ajinomoto Indonesia menegaskan bahwa seluruh produk yang diproduksi dan didistribusikan secara resmi oleh Grup Ajinomoto Indonesia telah bersertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Kami memahami keresahan yang muncul di masyarakat akibat beredarnya konten digital mengenai Pork Savor. Pork Savor merupakan produk yang diproduksi oleh Ajinomoto Filipina. Produk tersebut tidak diproduksi, tidak dijual, dan tidak didistribusikan di pasar Indonesia oleh Grup Ajinomoto Indonesia. Keberadaan produk Pork Savor di Indonesia kemungkinan besar masuk melalui jalur perorangan, seperti cross-border e-commerce atau jasa titip (jastip),” ujar Hermawan Prajudi, Direktur PT Ajinomoto Indonesia.
Hermawan menambahkan, seluruh konten endorsement atau promosi terkait Pork Savor yang beredar di berbagai platform digital tidak berasal dan tidak berkaitan dengan kegiatan pemasaran Grup Ajinomoto Indonesia.
Ia juga kembali menegaskan bahwa seluruh produk yang diproduksi dan dipasarkan oleh Ajinomoto Indonesia telah tersertifikasi halal oleh BPJPH.
Selain itu, LPH LPPOM turut menegaskan bahwa seluruh produk bumbu yang diproduksi dan diedarkan secara resmi oleh Ajinomoto Indonesia telah memiliki sertifikat halal yang diterbitkan oleh BPJPH, setelah melalui audit Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) oleh LPH LPPOM.
“LPH LPPOM menegaskan bahwa seluruh produk bumbu yang diproduksi dan diedarkan secara resmi oleh PT Ajinomoto Indonesia telah memiliki sertifikat halal yang diterbitkan oleh BPJPH setelah melalui audit Sistem Jaminan Produk Halal oleh LPH LPPOM. Klarifikasi ini kami sampaikan sebagai upaya LPH LPPOM untuk melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan. Untuk mengecek daftar produk bersertifikat halal dari PT Ajinomoto Indonesia maupun produsen lainnya melalui fitur ‘Cari Produk Halal’ di laman resmi halalmui.org atau di website BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujar Ir. Muti Arintawati, M.Si, Direktur Utama LPH LPPOM.
Lebih jauh, Ajinomoto Indonesia menegaskan komitmennya dalam memastikan kehalalan dan kualitas produk melalui penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) secara menyeluruh. Proses ini mencakup seluruh rantai produksi — mulai dari pengembangan produk, pemilihan dan penerimaan bahan baku, analisis kualitas, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi.
Baca Juga: 7 Lipstik Halal dan Wudhu Friendly yang Aman Dipakai Sehari-hari, Harga Mulai Rp20 Ribuan
Setiap tahapan diawasi secara ketat untuk memastikan produk yang diterima masyarakat benar-benar halal, aman, dan berkualitas tinggi. Dengan langkah ini, PT Ajinomoto Indonesia berharap masyarakat tetap tenang dan percaya bahwa seluruh produk yang beredar resmi di Indonesia telah memenuhi standar halal nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
Terkini
-
Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Pernah Dipidana Kasus Terorisme, Jaksa Pertanyakan Izin Beracara Munarman di Sidang Noel Ebenezer
-
Larangan Jelas, Bahaya Nyata: Mengapa Pelanggaran Merokok saat Berkendara Terus Berulang?
-
Guru Honorer Digaji Rp 300 Ribu, Kalah dari Petugas Partai: DPR Usul Pembayaran dari APBN Saja
-
Dalami Pemerasan Eks Bupati Pati Sudewo, 3 Orang Perangkat Desa Diperiksa Penyidik KPK
-
Didakwa Korupsi, Noel Malah Ngaku Ingin Jadi Pimpinan atau Jubir KPK
-
Sebut Kapolri 'Murtad Politik', Sri Raja Kritik Pernyataan Listyo Sigit soal Polri di Bawah Presiden
-
Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun
-
4 Fakta Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Banser