- Ray Rangkuti mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan hasil survei kepuasan yang tinggi.
- Menurutnya Jokowi memulai pemerintahannya dengan 60 persen kepuasan publik tanpa peristiwa gejolak sebesar.
- Ia memberikan contoh isu reformasi institusi kepolisian yang menurutnya sudah lama disuarakan namun seringkali diabaikan.
Suara.com - Pengamat politik Ray Rangkuti, menyoroti perbedaan kondisi sosial dan politik antara era pemerintahan Joko Widodo dengan situasi terkini, khususnya terkait tingkat kepuasan publik dan gejolak yang muncul.
Ray Rangkuti dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, membandingkan bagaimana respons masyarakat terhadap pemerintahan dengan tingkat kepuasan yang berbeda.
"Di eranya Pak Jokowi, bahkan ketika 60 persen tingkat kepuasan kepada Pak Jokowi, tidak ada keributan macam itu," ujar Ray Rangkuti.
Ia menekankan bahwa meskipun lawan politik Jokowi saat itu cukup kuat, termasuk di antaranya Prabowo Subianto, stabilitas sosial relatif terjaga.
Ray Rangkuti juga menyinggung fenomena unik yang dikatakan oleh masyarakat di mana tidak ada presiden di dunia yang tingkat kepuasannya mencapai 90 persen bahkan sebelum bekerja.
“Dan orang selalu mengatakan gak ada presiden di dunia ini yang tingkat kepuasannya mencapai 90 persen bahkan sebelum bekerja kan kira-kira gitu ya,” tuturnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa Jokowi memulai pemerintahannya dengan 60 persen kepuasan publik tanpa peristiwa gejolak sebesar yang terjadi saat ini.
“Nah itu yang saya mau katakan, Jokowi memulainya dengan 60 persen tapi bisa gak ada peristiwa sebesar itu, di tahun pertamanya,” katanya.
"Pak Prabowo memulai 90 persen, 80 persen setahun setelah itu terjadi peristiwa, istilah saya sepertiga dari peristiwa 98," ucapnya, merujuk pada gejolak yang disaksikannya belakangan ini.
Baca Juga: Jalan Ketiga Lukas Luwarso: Buru Ijazah Asli Jokowi, Bongkar Dugaan 'Operasi' Penutupan Fakta
Lebih lanjut, Ray Rangkuti mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan hasil survei kepuasan yang tinggi.
Ia khawatir pemerintah akan menganggap kritik-kritik yang berkembang di masyarakat sebagai hal yang tidak relevan.
"Jangan sampai pemerintah terpana dengan survei-survei ini. Kemudian merasa bahwa kritik-kritik yang dibangun oleh orang selama ini tidak koheren dengan masyarakat," tegasnya.
Ia memberikan contoh isu reformasi institusi kepolisian yang menurutnya sudah lama disuarakan namun seringkali diabaikan.
"Dari dulu misalnya kita sudah berbicara betapa penting polisi ini direformasi, tapi kan diabaikan," pungkasnya.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
-
Kritik 'Kultur Pejabatisme' di Indonesia, Ray Rangkuti Serukan Hormati Kinerja Bukan Jabatan!
-
Rocky Gerung Bongkar 'Sogokan Politik' Jokowi ke Prabowo di Balik Manuver Budi Arie
-
Sindiran Brutal 'Tolol Natural' Balas PSI yang Ungkit Jasa Jokowi ke AHY
-
Rocky Gerung: Dengan Seizin Pak Jokowi, Maka Projo Akan Dihibahkan ke Gerindra
-
Jalan Ketiga Lukas Luwarso: Buru Ijazah Asli Jokowi, Bongkar Dugaan 'Operasi' Penutupan Fakta
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?
-
Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki