- Penganiayaan dipicu oleh tindakan guru Eko Prayitno yang menyita ponsel siswi NA karena digunakan tidak sesuai aturan saat jam pelajaran
- Kakak siswi (pelaku A) yang menerima aduan sepihak dan mengira ponsel adiknya dirusak, langsung mendatangi dan menganiaya guru di rumahnya tanpa klarifikasi
- Pelaku berinisial A telah ditetapkan sebagai tersangka, ditahan di Mapolres Trenggalek, dan dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara
Suara.com - Nasib nahas menimpa Eko Prayitno (37), seorang guru di SMPN 1 Trenggalek, Jawa Timur. Niatnya mendisiplinkan murid di kelas justru berujung penganiayaan brutal yang menyisakan luka di wajahnya. Pelaku tak lain adalah kakak dari siswi yang ponselnya ia sita saat jam pelajaran.
Insiden yang menggegerkan dunia pendidikan ini kini ditangani serius oleh pihak kepolisian. Berikut kronologi lengkapnya.
Berawal dari Tugas Sekolah
Semua bermula di dalam ruang kelas pada Jumat (31/10/2025). Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menjelaskan bahwa saat itu guru Eko tengah memberikan tugas kepada para siswanya. Ia mengizinkan penggunaan ponsel dengan satu syarat jelas: hanya untuk mencari bahan referensi yang relevan dengan pelajaran.
Namun, di tengah proses belajar mengajar, Eko mendapati salah seorang siswinya, berinisial NA, asyik menggunakan ponsel untuk keperluan lain di luar ketentuan yang disepakati.
Penyitaan Ponsel Picu Amarah
Sebagai bentuk penegakan disiplin, Eko menegur NA dan menyita ponsel milik siswi tersebut. Ponsel itu kemudian ia serahkan ke bagian kesiswaan sekolah untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.
Rupanya, tindakan tegas sang guru tidak diterima oleh NA. Ia mengadu kepada kakaknya, A, dengan tuduhan ponselnya telah dirusak. Mendengar aduan sang adik, A sontak naik pitam. Tanpa pikir panjang dan tanpa berusaha mencari klarifikasi, ia langsung mendatangi kediaman Eko.
Penganiayaan di Depan Rumah
Baca Juga: Mahasiswa Musafir Tewas Dikeroyok di Masjid Sibolga: Kemenag Murka, Minta Pelaku Dihukum Berat
Setibanya di rumah sang guru, pelaku yang sudah tersulut emosi langsung melayangkan pukulan. Eko, yang tak menduga akan didatangi dan diserang, tidak memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan atau membela diri. Dua pukulan mendarat di wajahnya, menyebabkan luka dan memar.
"Pelaku datang langsung melakukan kekerasan terhadap korban. Korban tidak sempat melakukan klarifikasi atau penjelasan. Motifnya laporan dari saudaranya tentang penyitaan HP," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, dikutip Rabu (5/11/2025).
Merasa menjadi korban kekerasan, Eko Prayitno pun melaporkan kejadian ini ke Polres Trenggalek.
Pelaku Jadi Tersangka dan Ditahan
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Setelah memeriksa empat orang saksi dan mengantongi dua alat bukti yang cukup, polisi menetapkan A sebagai tersangka utama.
"Dari hasil penyidikan yang kami lakukan telah kami temukan dua alat bukti cukup untuk menduga bahwa si A adalah pelakunya. Untuk saksi sudah kami periksa sebanyak 4 saksi," ucap Eko Widiantoro.
A kini telah resmi ditahan di Mapolres Trenggalek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Penahanan mulai kami lakukan tadi malam. Untuk penetapan tersangka sudah kami lakukan kemarin sore," ujarnya.
Atas tindakan main hakim sendiri itu, A dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. "Selanjutnya berdasarkan alasan subjektif dan objektif kami telah melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan dengan sangkaan pasal penganiayaan pasal 351 KUHP," pungkasnya. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan.
Berita Terkait
-
Mahasiswa Musafir Tewas Dikeroyok di Masjid Sibolga: Kemenag Murka, Minta Pelaku Dihukum Berat
-
Cekik hingga Tinju Korbannya, 2 Cewek Kasus Penganiayaan di Sulsel Cuma Dihukum Bersihkan Posyandu
-
Guru yang Menjadi Cermin: Keteladanan yang Membangun Karakter Siswa
-
Murka! DPR Desak Polisi Tak Pandang Bulu Usut Kasus Guru di Trenggalek Dianiaya Keluarga Murid
-
Guru Dianiaya Wali Murid Cuma Gara-gara Sita HP, DPR Murka: Martabat Pendidikan Diserang!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali