Suara.com - Tarian Jaipong menghiasi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di depan Gedung DPR RI.
Pantauan Suara.com, ada 6 wanita yang mengenakan kostum lengkap tarian jaipong menari di belakang mobil komando.
Lantunan musik tradisional juga mengalun lewat pengeras suara yang berada di atas mobil komando.
Salah satu orator, sebelumnya mengatakan jika pertunjukan seni budaya ini dilakukan untuk sekedar hiburan menunggu hasil audiensi para perwakilan mereka dengan para pimpinan DPR RI.
“Sambil nunggu yang audiensi, kita jaipongan dulu,” kata salah seorang orator dari atas mobil komando, di depan Gedung DPR RI, Kamis (6/11/2025).
Diketahui bersama, sebanyak 20 orang perwakilan dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melakukan audiensi dengan pihak DPR RI.
Mereka melakukan audiensi guna menyampaikan aspirasi, di antaranya kenaikan upah sebesar 15 persen pada 2026 mendatang.
Salah satu orator menyampaikan, seharusnya mereka yang akan masuk untuk melakukan audiensi sebanyak 50 orang.
Namun hal itu tidak diperkenankan, pihak DPR hanya memberikan kesempatan sebanyak 20 orang untuk melaksanakan audiensi.
Baca Juga: Hari Ini Bergerak Geruduk DPR, Demo Buruh KASBI Bakal Dijaga Ketat 1.464 Aparat
“Kami meminta agar 50 orang untuk melakukan audiensi, tapi hanya diperbolehkan sebanyak 20 orang,” kata salah satu orator.
Selanjutnya, mereka juga meminta agar audiensi diterima oleh pimpinan DPR RI, dan Komisi IX DPR RI, Badan aspirasi masyarakat DPR.
Namun audiensi nanti hanya bisa ditemui oleh pihak pimpinan DPR RI.
“Audiensi hanya diterima pimpinan DPR RI. Komisi IX yang seharusnya menjadi payung kaum buruh tidak bisa menemui,” tandasnya.
Para buruh menyampaikan alasan meminta kenaikan upah sebesar 15 persen di tahun 2026, karena upah hidup layak bagi kaum buruh senilai Rp7 juta perbulan.
Alasannya, karena para kaum buruh banyak yang menjadi generasi sandwich. Sehingga harus menghidupi keluarga dan orang tua serta adik-adik mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas