-
Komisi XII DPR akan panggil perusahaan tambang yang diduga menyerobot lahan warga.
-
DPR meminta bukti kronologis lengkap dan akan melakukan kunjungan ke lokasi sengketa.
-
Warga melalui PPK mengadukan kasus penyerobotan 52 hektar ini untuk mencari keadilan.
Suara.com - Komisi XII DPR RI mengambil langkah tegas untuk mengintervensi dugaan penyerobotan lahan seluas 52 hektar milik puluhan warga di Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten.
Langkah ini merupakan respons langsung atas aduan formal yang disampaikan oleh Perkumpulan Pemuda Keadilan (PPK) di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis (6/11/2025).
Sikap parlemen tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Donny Maryadi Oekon, saat menerima delegasi warga.
Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi oleh Anggota Komisi XII lainnya, Yulian Gunhar dari Fraksi PDIP dan Syarifuddin dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang menunjukkan dukungan lintas fraksi terhadap isu ini.
Donny menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil entitas korporasi yang diduga terlibat serta instansi pemerintah yang relevan untuk dimintai pertanggungjawaban.
"Nanti kita panggil perusahaan dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” ujar Donny.
Menurut Donny, eskalasi konflik agraria yang melibatkan area tambang pasir seluas itu menuntut tindak lanjut yang serius dan sistematis.
Untuk itu, ia menginstruksikan pihak pengadu untuk segera menyusun dan menyerahkan data komprehensif sebagai dasar bagi DPR untuk bertindak.
"Tolong nanti (buktinya dilampirkan), dibuatkan kronologisnya. Total luasan lahan berapa, persertifikat luasnya berapa, yang digarap luasannya berapa,” katanya.
Baca Juga: Polisi Berhasil Tangkap Sindikat Penambangan Ilegal di Taman Nasional Gunung Merapi
Lebih lanjut, Donny memastikan bahwa Komisi XII tidak akan berhenti pada rapat dengar pendapat di Jakarta.
Pihaknya telah menjadwalkan kunjungan kerja spesifik ke lokasi sengketa untuk melakukan verifikasi lapangan.
Langkah ini dianggap esensial untuk mengukur skala dan dampak eksplorasi tambang di atas lahan bersertifikat milik warga.
"Nanti setelah audiensi dengan perusahaan dan KLH minta penjelasan. Baru kita ke lapangan,” ujarnya.
“Baik bapak-bapak, ibu-ibu informasinya sudah diterima, pengaduannya sudah diterima dan insya Allah kita dari komisi XII, saya selaku pimpinan komisi XII akan menindaklanjuti permasalahan ini," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Umum PPK, Harda Belly, menyambut baik respons cepat dari pimpinan Komisi XII.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!
-
FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas
-
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Jabodetabek, Cek Rinciannya di Sini
-
Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029