- Rismon Hasiholan Sianipar, tersangka kasus ijazah palsu Jokowi, mengancam akan menuntut balik Polda Metro Jaya sebesar Rp126 triliun jika tuduhan rekayasa bukti terhadapnya tidak terbukti
- Pemeriksaan Rismon diwarnai aksi pamer buku kontroversial berjudul "Gibran End Game: Wapres Tak Lulus SMA", yang diklaim sebagai pemicu kriminalisasi terhadap dirinya dan rekan-rekannya
- Polda Metro Jaya telah menetapkan total delapan tersangka dalam kasus ini, termasuk Rismon dan Roy Suryo, yang dijerat dengan pasal pidana terkait fitnah dan pelanggaran UU ITE
Suara.com - Babak baru kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memanas. Ahli Forensik Digital, Rismon Hasiholan Sianipar, yang ditetapkan sebagai tersangka, melontarkan ancaman serius dengan rencana menuntut balik Polda Metro Jaya senilai Rp126 triliun.
Ancaman bernilai fantastis itu dilontarkan Rismon sesaat sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Kamis (13/11/2025). Ia menantang penyidik untuk membuktikan tuduhan bahwa dirinya telah merekayasa hasil investigasi terkait ijazah Jokowi.
"Kalau ditanya siap atau tidak, harusnya penyidik yang harus lebih siap karena menuduh kami mengedit atau merekayasa. Mana yang kami rekayasa? Kalau itu tidak terbukti, nanti saya berencana untuk menuntut kepolisian sebesar Rp126 triliun, satu tahun anggaran kepolisian," tegas Rismon di hadapan awak media.
Rismon menilai tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak memiliki dasar yang kuat. Menurutnya, penyidik gagal memahami metode ilmiah yang ia gunakan dalam penelitiannya, yang ia sebut sebagai ilmu pengolahan citra digital.
"Apa yang kami lakukan ada itu namanya ilmu digital image processing. Jangan sampai ilmu tersebut jadi ilmu terlarang. Memproses citra digital atau video digital bukan berarti merekayasa atau mengedit, itu berbasis algoritma," jelasnya.
Dengan keyakinan pada metode kerjanya, ia menyebut penetapan status tersangka terhadap dirinya adalah bentuk kriminalisasi yang kental dengan nuansa tekanan politik.
Bawa Buku Kontroversial “Gibran End Game”
Situasi semakin memanas ketika Rismon memamerkan sebuah buku berwarna putih dengan sketsa wajah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Buku berjudul “Gibran End Game: Wapres Tak Lulus SMA” itu ia bawa sebagai bentuk perlawanan lain.
Dengan nada berapi-api, Rismon menjelaskan buku tersebut merupakan hasil penelusuran timnya bersama Roy Suryo, yang juga menjadi tersangka. Penelusuran itu bahkan dilakukan hingga ke University of Technology Sydney (UTS), Australia.
Baca Juga: Geger Ijazah Jokowi, Rismon Tantang Nyali Publik: Layak Disebut Bangsa Pengecut Jika Takut
“Kami memang sudah berencana, ada draft kasarnya, bukunya nanti ‘Gibran Endgame’ atau ‘Gibran Black Paper’, terserah. Yang pasti, Wapres Tak Lulus SMA. Data itu kami dapatkan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan temuan faktual yang ditemukan oleh Pak Roy Suryo,” ujar Rismon.
Ia mengaku telah menitipkan buku tersebut kepada tim kuasa hukumnya untuk digandakan dan disebarkan secara gratis dalam format digital jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya.
“Ini saya titip kalau mau digandakan secara gratis. Saya titip ke pengacara untuk worst case scenario, siapa tahu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Difoto, fotokopi semua, atau nanti saya bagikan PDF-nya gratis untuk seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Menurut klaim Rismon, buku itu memuat hasil investigasi yang menyimpulkan Gibran tidak pernah memiliki ijazah setingkat SMA, baik dari dalam maupun luar negeri, karena hanya menempuh pendidikan hingga kelas 10 sebelum melanjutkan ke program diploma.
“Artinya, Wapres kita ini tak pernah lulus SMA dan tidak punya ijazah SMA,” tegas Rismon.
Sementara itu, Roy Suryo yang diperiksa di hari yang sama, meyakini penetapan tersangka ini adalah buntut dari rencana penerbitan buku tersebut.
Berita Terkait
-
Geger Ijazah Jokowi, Rismon Tantang Nyali Publik: Layak Disebut Bangsa Pengecut Jika Takut
-
Rismon Pamer Buku 'Wapres Tak Lulus SMA': Minta Versi Digitalnya Disebarluaskan Gratis!
-
Singgung Angka Sakti Presiden, Roy Suryo Minta Prabowo Selamatkan 8 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
-
Puluhan Emak-emak Dampingi Roy Suryo Cs di Polda Metro Jaya: You Never Walk Alone!
-
Geger Foto Ijazah Jokowi, Roy Suryo Sebut Pria di Dalamnya Bukan Presiden, Tapi Sosok Ini
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat
-
AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
-
Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur
-
H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur
-
Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan
-
Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon
-
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian, Negara Miskin Paling Terdampak
-
Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen