- Coretan Kampung Zombie di tembok itu menjadi penanda yang kuat hingga viral dan memantik rasa penasaran banyak orang.
- Terdapat belasan rumah yang benar-benar kosong dan terbengkalai.
- Kondisi banjir di area tersebut sudah sedemikian parah, bahkan anomali cuaca sering terjadi di sana.
Banjir, 'Teror' Sesungguhnya yang Mengusir Warga
Penyebab utama eksodus warga dari rumah mereka bukanlah hal gaib, melainkan bencana banjir yang terus berulang.
"Ya karena sering banjir," ucap Asep singkat.
Kondisi banjir di area tersebut sudah sedemikian parah, bahkan anomali cuaca sering terjadi di sana.
"Orang di sini lagi panas aja di situ bisa banjir. Kalau orang sini udah pada nggak heran, misal di grup RT diinfo, RT 6 banjir, udah, pada diem aja," ungkap Anton.
Banjir terakhir bahkan baru saja terjadi pada Selasa siang akibat hujan deras selama empat jam, namun yang terparah adalah bencana beberapa tahun lalu yang ketinggian airnya mencapai level ekstrem.
"Kalau nggak salah sekitar 2017, itu sekitar 5 meter," kenang Anton.
Pemerintah daerah disebut memiliki rencana untuk menanggulangi masalah ini dengan melakukan pelebaran kali, meskipun waktu pelaksanaannya masih belum dapat dipastikan.
"Ada, mau diperlebar ke kiri kanan 5 meter," kata Anton mengenai rencana tersebut.
Baca Juga: Sinopsis Film Janur Ireng, Teror Santet Paling Mematikan di Rumah Paman Sendiri
Kehidupan yang Terus Berdenyut di Antara Kekosongan
Citra kampung mati yang sepi dan menyeramkan segera luntur ketika sore menjelang malam.
Asep menuturkan bahwa suasana sepi di siang hari disebabkan warga yang beraktivitas di luar rumah, seperti bekerja dan sekolah.
"Ya karena lagi pada berkegiatan saja. Kan ada yang kerja, ada yang lagi di sekolah. Kalau dari sore ke malem, rame," paparnya.
Faktanya, area yang kosong di bantaran kali justru menjadi ruang sosial bagi warga yang tersisa.
"Yang di pinggir kali itu malah suka pada dipakai mancing, nongkrong, main remi," tambah Anton.
Jauh dari kesan angker, tidak pernah ada cerita horor yang menyelimuti kampung ini, bahkan gang-gangnya masih menjadi lalu lintas para pekerja hingga larut malam.
"Nggak ada. Kan cuma yang di bawah aja. Itu karyawan-karyawan PGC kalau malem suka pada lewat sini, kan ada kos-kosan juga di sini. Ya mungkin kalau ada yang pernah diganggu tapi nggak pada cerita, kurang tahu juga ya. Tapi kalau setahu saya, nggak ada," kata Asep.
Sebuah Julukan yang Menggelitik Warga Asli
Bagi sebagian warga yang telah lama tinggal di sana, julukan "Kampung Zombie" justru terdengar menggelikan.
Apalagi, nama tersebut kini mencakup wilayah yang lebih luas dari sekadar beberapa rumah kosong di tepi kali, yang jadi sumber asal mula julukan.
"Ya geli saja. Kampung Zombie, orang masih ada orangnya. Warga sini aja ada yang nggak tahu soal Kampung Zombie itu," tutur Asep.
Pada akhirnya, "Kampung Zombie" adalah sebuah ironi, sebuah nama besar yang lahir dari coretan iseng untuk menggambarkan masalah yang jauh lebih besar dan nyata, perjuangan warga menghadapi bencana banjir yang seolah abadi.
Berita Terkait
-
Melihat 'Kampung Zombie' Cililitan Diterjang Banjir, Warga Sudah Tak Asing: Kayak Air Lewat Saja
-
Capcom Batalkan Resident Evil Requiem Mode Multiplayer, Ada Alasan Khusus
-
Jakarta Dikepung Banjir: 16 RT Terendam, Pela Mampang Paling Parah Hingga 80 cm
-
Kalibata Terendam Setengah Meter, Warga Terjebak, Anak Sekolah Terpaksa 'Nyeker' Terjang Banjir
-
Sinopsis Film Janur Ireng, Teror Santet Paling Mematikan di Rumah Paman Sendiri
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem