- Wakapolri secara terbuka mengakui di depan DPR bahwa 67% dari 4.340 Kapolsek dan 36 dari 440 Kapolres di seluruh Indonesia memiliki kinerja di bawah standar
- Kinerja Polri dalam pemeliharaan keamanan (harkamtibmas) dinilai baik, namun untuk sektor penegakan hukum dan pelayanan publik masih menjadi catatan merah yang harus segera diperbaiki
- Polri mengidentifikasi bahwa 62% sumber masalah institusi berada di tingkat wilayah, sehingga perbaikan SDM melalui meritokrasi dan pendidikan akan difokuskan pada level Kapolsek, Kapolres, dan Direskrimum
Suara.com - Pucuk pimpinan Polri secara terbuka mengakui adanya masalah kinerja serius di level komando wilayah. Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo, tanpa tedeng aling-aling, membeberkan data mengejutkan bahwa ribuan Kapolsek dan puluhan Kapolres di seluruh Indonesia masih menunjukkan kinerja di bawah standar alias under performance.
Pengakuan blak-blakan ini disampaikan Dedi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI yang membahas pembentukan Panja Reformasi Penegak Hukum di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Berdasarkan hasil asesmen internal Polri, Dedi mengungkap angka yang mencengangkan. Dari total 4.340 Kapolsek, mayoritas di antaranya belum mampu memberikan performa terbaik.
“Dari 4.340 Kapolsek 67 persen ini under performance. Kenapa under performance? Hampir 50 persen Kapolsek kami itu diisi oleh perwira-perwira lulusan PAG,” kata Dedi di hadapan para legislator.
Problem serupa juga ditemukan di level pimpinan Polres.
“Kemudian Kapolres, dari 440 Kapolres yang sudah kami lakukan assessment, sebanyak 36 Kapolres kami under performance. Ini catatan dari kami kami harus melakukan perbaikan,” sambungnya.
Bahkan, masalah kinerja ini merembet hingga ke level pejabat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) di tingkat Polda. Dedi menyebut, dari 47 Direskrimum, 15 di antaranya juga memiliki rapor merah.
Menghadapi fakta ini, Dedi menegaskan bahwa Polri tidak akan tinggal diam. Perbaikan fundamental dari sisi sumber daya manusia (SDM) akan menjadi prioritas utama untuk mendongkrak kualitas kepemimpinan di wilayah.
“Perubahan-perubahan ini harus segera kami lakukan kami sudah melakukan perbaikan-perbaikan dari sisi meritrokrasi, pendidikan dan sebagainya,” ujarnya.
Baca Juga: DPR Bersiap Bentuk Panja Reformasi Penegak Hukum: Misi Benahi Borok Polri, Jaksa dan Hakim
Wakapolri menjelaskan, asesmen ini dilakukan berdasarkan riset mendalam, termasuk hasil kajian bersama Litbang Kompas, yang menyoroti rendahnya tingkat pelayanan publik dan penegakan hukum.
Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa untuk urusan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Polri mendapat respons positif. Namun, untuk dua tugas pokok lainnya, hasilnya jauh dari memuaskan.
“Gakkum (penegakan hukum) dan pelayanan publik menjadi catatan merah bagi kami, harus kami perbaiki. Ini di bulan Februari, Maret, April kami sudah menemukan hal tersebut. Inilah langkah-langkah yang harus segera kami perbaiki,” tegas Dedi.
Riset itu juga menyimpulkan bahwa 62 persen sumber masalah di tubuh Polri ternyata berakar di tingkat wilayah, sementara sisanya berada di level Mabes Polri.
Berita Terkait
-
DPR Bersiap Bentuk Panja Reformasi Penegak Hukum: Misi Benahi Borok Polri, Jaksa dan Hakim
-
Dilaporkan ke MKD, Komisi III Bantah Catut Nama LSM dalam Pembahasan RKUHAP
-
Kunjungi Jepang, Menko Yusril Bahas Reformasi Polri hingga Dukungan Keanggotaan OECD
-
Muhammad Rullyandi Sebut Polri Harus Lepas dari Politik Praktis, Menuju Paradigma Baru!
-
Bakal Jalani Fit And Proper Test, Pansel Serahkan 7 Nama Calon Anggota KY ke DPR, Termasuk Abhan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas
-
Jelang Demo di DPR, Rekening Rp80,9 Juta dan Akun TikTok Aktivis Pati Botok Terblokir Tiba-tiba
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Perbedaan Tinted Sunscreen vs Skin Tint vs BB Cream, Ini Fungsinya
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas