- Sejumlah menteri dan wakil menteri merespons putusan MK UU Polri, kompak mendukung penempatan anggota Polri aktif di jabatan strategis kementerian.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kolaborasi dengan Polri memperketat pengawasan sektor energi yang rawan penyimpangan.
- Wamen KP2MI Dzulfikar menyatakan pelibatan Polri aktif sangat krusial untuk memberantas TPPO dan migran ilegal akibat keterbatasan KP2MI.
Suara.com - Sejumlah menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih ramai-ramai buka suara merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Polri.
Mereka kompak mengaku sangat terbantu dengan keberadaan anggota Polri aktif yang menduduki jabatan strategis di kementerian, menegaskan bahwa kolaborasi ini justru memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Didit Herdiawan Ashad, menjadi salah satu yang secara terbuka mendukung praktik ini. Tanpa ragu, ia membenarkan bahwa institusinya merasakan dampak positif dari kehadiran aparat kepolisian.
"Iya [Kementerian KP merasa terbantu dengan keberadaan anggota Polri aktif]," ucapnya singkat di Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025).
Kolaborasi Perkuat Pengawasan Sektor Energi
Dukungan serupa datang dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Menurutnya, sinergi antara kementerian dengan Polri dan Kejaksaan terbukti efektif memperketat pengawasan di sektor yang rawan penyimpangan.
Bahlil mencontohkan, posisi Inspektur Jenderal di Kementerian ESDM saat ini diisi oleh seorang perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen). Ia menegaskan penempatan ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Di ESDM ada beberapa anggota dari Polri, termasuk Inspektur Jenderal kita. Itu pangkatnya Bintang 3 atau apa namanya, komjen ya,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025) lalu.
Bagi Bahlil, kehadiran aparat penegak hukum aktif bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah kebutuhan untuk mengakselerasi kinerja kementerian.
Baca Juga: Kinerja Polri Terbaik Ketiga Dunia, Boni Hargens Beberkan PR ke Depan
“Sangat, sangat (membantu). Polisi aktif, kemudian jaksa aktif. Jaksa juga kan ada di kantor kami. Dirjen Gakkum kan dari jaksa. Dan saya pikir ini sebuah kolaborasi yang baik dan sangat membantu,” tegasnya.
Kebutuhan Mendesak Berantas TPPO dan Migran Ilegal
Argumentasi paling kuat datang dari Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Ia menyebut pelibatan Polri aktif adalah kebutuhan strategis yang tidak bisa ditawar, terutama dalam perang melawan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pengiriman pekerja migran ilegal.
“Ini dari pandangan saya perlunya KP2MI membutuhkan penegakan hukum (Polri),” ujarnya di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Dzulfikar memaparkan, KP2MI memiliki keterbatasan dari sisi sumber daya, anggaran, hingga kewenangan penegakan hukum.
Berita Terkait
-
Kinerja Polri Terbaik Ketiga Dunia, Boni Hargens Beberkan PR ke Depan
-
Komisi III DPR Bocorkan Rencana Revisi UU Polri: Ada Penyesuaian Usia Pensiun Aparat Negara
-
Wamen Dzulfikar: Polisi Aktif di KP2MI Strategis Perangi Mafia TPPO
-
Mahfud MD Sebut Prabowo Marah di Rapat, Bilang Bintang Jenderal Tak Berguna Jika Tidak Bantu Rakyat
-
Profil Irjen Argo Yuwono: Jenderal Kepercayaan Kapolri Ditarik dari Kementerian Buntut Putusan MK
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar