- Propam Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki dua personel jaga terkait tewasnya tersangka Alex Iskandar di Mapolres pada Minggu (23/11/2025).
- Alex Iskandar, tersangka pembunuhan keji Alvaro Kiano Nugroho, ditemukan tewas gantung diri di ruang konseling sebelum ditempatkan di sel tahanan.
- Motif pembunuhan anak tiri diduga kuat dipicu rasa cemburu dan dendam Alex terhadap ibu korban yang bekerja di Malaysia.
Suara.com - Kematian tragis Alex Iskandar (49), tersangka pembunuhan sadis terhadap anak tirinya, Alvaro Kiano Nugroho (6), kini berbuntut panjang. Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Metro Jakarta Selatan turun tangan untuk memeriksa dua personel polisi yang bertugas saat Alex ditemukan tewas gantung diri di ruang konseling Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam penjagaan tahanan kasus kriminal berat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan internal tengah berjalan untuk menelusuri seluruh rangkaian peristiwa.
"Kami sudah memeriksa dua personel yang saat itu sedang piket," kata Kombes Budi Hermanto di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).
Pihak kepolisian menegaskan akan memberikan ruang penuh bagi Propam untuk bekerja secara profesional dan transparan guna mengungkap fakta di balik insiden bunuh diri tahanan ini.
"Pastinya akan didalami oleh Propam, mari kita beri ruang untuk mendalami hal tersebut," ucap Budi.
Alex Iskandar, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka, ditemukan tewas bunuh diri menggunakan celana panjangnya.
Menurut kronologi yang diungkap polisi, Alex belum ditempatkan di sel tahanan reguler, melainkan di ruang konseling untuk menunggu proses pemeriksaan medis. Prosedur ini dilakukan untuk memastikan apakah tersangka memiliki penyakit bawaan atau menular sebelum digabungkan dengan tahanan lainnya.
Api Cemburu Pemicu Dendam Berujung Maut
Baca Juga: Tragedi Alvaro Kiano: Ayah Tiri Tewas di Tahanan, Menteri PPPA Serukan 'Kewaspadaan Kolektif'
Kasus ini sendiri bermula dari hilangnya Alvaro sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Setelah delapan bulan menjadi misteri, titik terang muncul saat polisi menangkap Alex Iskandar pada Rabu (19/11) malam.
Penangkapan ini akhirnya mengungkap nasib tragis Alvaro yang ditemukan sudah menjadi kerangka di Tenjo, Bogor.
Motif pembunuhan keji ini diduga kuat dipicu oleh rasa cemburu dan dendam Alex terhadap istrinya, yang merupakan ibu kandung Alvaro.
Alex menuduh istrinya yang bekerja di Malaysia berselingkuh karena kerap sulit dihubungi. Perasaan cemburu buta ini kemudian dilampiaskan kepada Alvaro, anak tiri yang tidak berdosa.
"Cemburu sama istrinya, kalau telepon nggak diangkat dianggapnya istrinya selingkuh, main sama laki-laki lain," kata kakek Alvaro, Tugimin, menirukan hasil interogasi polisi.
Dendam kesumat Alex juga terungkap dari jejak digital. Polisi menemukan percakapan di ponsel Alex yang menunjukkan niatnya untuk balas dendam.
Berita Terkait
-
Tragedi Alvaro Kiano: Ayah Tiri Tewas di Tahanan, Menteri PPPA Serukan 'Kewaspadaan Kolektif'
-
DPR Desak Polisi Gerak Cepat Usut Kasus Penculikan Anak Usai Tragedi Alvaro di Pesanggrahan
-
Alvaro Tewas Dibunuh Ayah Tiri, Puan: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Sudah Darurat, Harus...
-
Dua Polisi Diperiksa Propam Usai Ayah Tiri Alvaro Bunuh Diri di Ruang Konseling, Ada Kelalaian?
-
Alibi Bangkai Anjing Terkuak, Polisi Bongkar Cara Ayah Tiri Tipu Saksi untuk Buang Jasad Alvaro
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung