- Kondisi medis F, ABH yang meledakkan bom di SMAN 72 Jakarta, membaik tetapi kondisi psikisnya belum stabil.
- Pemeriksaan terhadap F belum dapat dijadwalkan karena penyidik harus memastikan kesehatan jasmani dan rohani F.
- Empat korban ledakan bom di SMAN 72 Jakarta masih dirawat, sementara aktivitas sekolah telah kembali normal.
Suara.com - Polda Metro Jaya memastikan kondisi F, Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang merakit dan meledakkan bom rakitan di SMAN 72 Jakarta, mulai membaik dari sisi medis. Namun secara psikis, F dinyatakan belum stabil sehingga pemeriksaan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan hal itu usai rapat koordinasi lintas lembaga yang membahas perkembangan kesehatan F. Rapat tersebut dihadiri KPAI, Dinas Sosial, UPT P3A, APSIFOR, dokter medis dan psikis, serta Rumah Aman.
“Ini diskusi kondisi per hari ini, ABH secara medis sudah beranjak pulih. Tetapi secara psikis masih berangsur untuk pulih,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Menurut Budi, penyidik wajib memastikan F dalam kondisi sehat jasmani dan rohani sebelum dimintai keterangan, sesuai klausul standar dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Karena itu, penyidik belum dapat menetapkan jadwal pemeriksaan.
“Kita akan berupaya koordinasi dengan beberapa komponen termasuk BAPAS, Dinsos, KPAI, UPT P3A untuk mencari waktu yang tepat saat kita mulai menggali meminta keterangan kepada ABH,” ujarnya.
Empat Korban Masih Dirawat
Selain perkembangan kondisi F, polisi juga terus memonitor para korban ledakan. Saat ini, empat korban masih dirawat di rumah sakit.
“Pasien tersisa masih 4 di rumah sakit dan ini juga berangsur pulih. Diharapkan mungkin minggu ini pasien-pasien tersebut sudah bisa kembali. Hanya menjadi perhatian khusus yang dirujuk di RSCM,” jelas Budi.
Meski insiden ledakan sempat mengguncang kegiatan sekolah, aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta kini dilaporkan kembali normal. Pendampingan psikologis menurut Budi juga masih diberikan kepada siswa, guru, serta keluarga korban.
Baca Juga: 86 Korban Ledakan SMAN 72 Dapat Perlindungan LPSK, Namun Restitusi Tak Berlaku bagi Pelaku Anak
“Pendampingan dari pihak-pihak terkait juga masih ada termasuk bagi keluarga-keluarga korban maupun korban. Ini tim trauma healing masih berjalan untuk memberikan pendampingan,” pungkas Budi.
Berita Terkait
-
86 Korban Ledakan SMAN 72 Dapat Perlindungan LPSK, Namun Restitusi Tak Berlaku bagi Pelaku Anak
-
Resmi! 86 Anak Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Ajukan Permohonan Pelindungan ke LPSK
-
Polisi: Pelaku Ledakan SMAN 72 Pesan Bahan Peledak Online, Kelabui Ortu Pakai Alasan Eskul
-
Pramono: Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Masih Berhak Terima KJP Plus
-
Soroti Tragedi SMAN 72 Jakarta dan SMPN 19 Tangsel, FSGI: Sekolah Lalai, Aturan Cuma Jadi Kertas!
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas