News / Nasional
Senin, 01 Desember 2025 | 12:09 WIB
Mantan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Persero, Ira Puspadewi (tengah) bersama Muhammad Yusuf Hadi (kiri) dan Harry Muhammad Adhi Caksono (kanan) berjalan keluar dari gedung Rutan KPK di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (28/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Mantan Dirut PT ASDP, Ira Puspadewi, bebas setelah 10 bulan di Rutan KPK dan bersyukur atas kebebasan.
  • Ira mengalami kesulitan sosial saat terpuruk, namun menemukan titik balik spiritual di ruang isolasi gelap.
  • Setelah rekening diblokir, Ira menerima bantuan finansial dan sembako tak terduga serta rehabilitasi Presiden.

Suara.com - Tangis Ira Puspadewi pecah saat ia mencoba merangkai kata. Setelah hampir 10 bulan mendekam di balik jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Merah Putih KPK, mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) itu akhirnya menghirup udara bebas. Namun, kebebasan itu datang dengan sebuah kesadaran yang menusuk kalbu.

“Ternyata kita selama ini, saya kurang bersyukur. Apa yang kita anggap biasa hari ini, syukurilah,” ujar Ira sembari menahan tangis saat syukuran di Rumah Perubahan, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2025).

Baginya, setiap detik di luar sel adalah kemewahan yang dulu ia anggap biasa.

“Karena kalau di dalam (penjara) kita melewatkan malam-malam at the darkest night, itu berat," katanya.

Selama masa terpuruknya, Ira merasakan betul bagaimana dunia seakan berbalik. Teman dan kerabat yang dulu dekat, kini menjaga jarak. Panggilan teleponnya seringkali tak terjawab, menyisakan rasa sepi yang mendalam.

“Di saat kami dalam perkara seperti itu, banyak orang menghindar untuk bahkan kami kontak. Wajar, karena takut. Tapi kata orang, justru teman itu ada ketika kita dalam keadaan yang terpuruk,” tutur Ira.

Kini, hal-hal sederhana yang dulu ia abaikan terasa begitu indah. Ia mengenang momen saat melewati Lapangan Banteng dan mendengar musik senam yang riuh.

“Biasanya saya terganggu banget musik begitu, tapi hari ini saya merasa musik seperti itu indah sekali,” kenangnya, air mata kembali menggenang.

Titik Balik di Ruang Isolasi Gelap

Baca Juga: Tangis Ira Puspadewi Kenang Gelapnya Kamar Penjara: Dihindari Teman, Cuma Bisa Ngobrol Sama Tuhan

Momen terberat bagi Ira datang ketika ia harus mendekam sendirian di kamar isolasi. Dalam ruangan sempit berukuran 3x4 meter, tanpa cahaya dan teman, ia merasa berada di titik terendah dalam hidupnya.

“Kalau dalam kamar isolasi gelap, kurang lebih ukuran 3x4 meter, sendirian selama tiga hari enggak ada teman. Mau ke mana lagi? Cuma ngobrolnya sama Tuhan,” ucap Ira.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) periode 2017–2024 Ira Puspadewi (kiri) bersama Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP periode 2020–2024 Harry Muhammad Adhi Caksono usai bebas dari Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA/Rio Feisal.

Di tengah keputusasaan itu, ia sempat merasa Tuhan telah meninggalkannya. Namun, sebuah pencerahan datang saat ia teringat akan makna Surat Ad-Dhuha, surat dalam Al-Qur'an yang menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

“Jadi literally (setelah membaca Surat Ad-Dhuha), saya bilang, oh iya, saya durhaka sama Tuhan, kok merasa ditinggalkan Tuhan. Baru dari situ saya ada turning point, antara harapan dengan hopelessness,” tutur Ira.

Rezeki Tak Terduga Saat Rekening Diblokir

Setelah bebas, cobaan belum berakhir. Seluruh rekening bank miliknya, suami, dan anaknya masih diblokir oleh pihak berwenang.

“Seluruh rekening saya sampai hari ini masih diblokir, suami saya, anak saya. Tapi hari itu juga, uang saya cuma ada di tangan Rp 1,2 juta,” katanya.

Di tengah kondisi serba terbatas itu, pertolongan datang dari arah yang tak terduga. Seorang anak buahnya yang ia tahu gajinya tidak seberapa, datang memberikan bantuan.

“Tiba-tiba ada teman yang ngasih, anak buah yang saya tahu gajinya juga berapa, ngasih Rp 5 juta, ‘Ini buat makan, buat belanja sementara’,” kata Ira terharu.

Bantuan tak berhenti di situ. Kiriman sembako seperti minyak, mi instan, hingga telur terus berdatangan dari berbagai pihak.

“Itu kan ternyata, oh tanpa uang saya ternyata masih bisa makan. Tanpa uang saya,” ujarnya penuh syukur.

Perjalanan spiritual selama 10 bulan itu akhirnya menemui babak baru ketika Presiden RI Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi.

“Setelah ini tiba-tiba Presiden memberikan, melalui tangan beliau karunia Allah, dibalikkan juga dalam waktu yang saya juga tidak tahu. Pelajarannya kan ketika Tuhan berkehendak, dalam satu klik berubah,” kata Ira.

Keputusan rehabilitasi ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

“Dari hasil komunikasi dengan pihak pemerintah, alhamdulillah pada hari ini Presiden RI Prabowo Subianto telah menandatangani surat rehabilitasi terhadap tiga nama tersebut,” kata Dasco di Istana, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Load More