- Mensos Gus Ipul menyatakan beberapa daerah Sumatra masih terisolasi pasca bencana banjir dan longsor akhir November.
- Bantuan logistik bagi pengungsi dijamin aman melalui jalur udara, laut, dan darat yang memungkinkan diakses.
- Dapur umum telah menyediakan lebih dari 400 ribu porsi makanan harian di 39 titik lokasi terdampak.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebutkan masih ada beberapa daerah di Sumatra yang terisolasi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November lalu.
Namun begitu ia memastikan bahwa bantuan logistik untuk para pengungsi tetap aman dilakukan. Kondisi itu ia pastikan saat lakukan kunjungan langsung ke Aceh kemarin, Minggu (7/12).
"Secara umum sudah bisa diatasi yang terisolir, terutama untuk pasokan logistik.
Masih ada yang terisolir, ada beberapa daerah yang masih aksesnya tertutup longsoran. Itu masih ada. Tetapi secara umum untuk pasokan logistik, itu sudah bisa dipenuhi secara bertahap," kata Gus Ipul di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Ia menyebutkan kalau bantuan logistik untuk para korban bencana itu diberikan melalui berbagai cara. Yakni melalui jalur udara, laut, serta darat untuk daerah yang aksesnya sudah bisa dilalui.
Menurut Gus Ipul, selain bahan makanan, bantuan yang paling dibutuhkan oleh oara pengungsi saat ini juga berupa pakaian untuk ibu-ibu, pakaian anak-anak, obat-obatan, serta air bersih.
"Untuk mendapatkan air bersih perlu listrik. Setelah itu baru perlu BBM. Banyak hal yang sedang dikerjakan dan dikoordinasikan dengan baik. Mudah-mudahan semua tantangan di lapangan bisa dihadapi," tuturnya.
Gus Ipul menambahkan bahwa Kementerian Sosial bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak kini juga mengoptimalkan pengoperasian dapur umum di wilayah-wilayah terdampak.
Ia memastikan kebutuhan makan harian pengungsi tetap terpenuhi meski akses menuju sejumlah lokasi masih terbatas.
“Per hari ini dapur umum kita, bekerja sama dengan masyarakat dan dinas sosial, serta BPBD setempat, sudah menyediakan lebih dari 400 ribu porsi per hari di 39 titik,” jelasnya.
Baca Juga: Banjir Sumatra Bukan Takdir, Ini Akar Masalah dan Solusi Agar Tak Terulang Lagi
Menurutnya, layanan dapur umum itu akan terus beroperasi hingga masa krisis terlewati dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing.
Namun, bagi warga yang rumahnya rusak atau belum dapat beraktivitas normal, bantuan tetap akan diberikan meski mereka tidak berada di tenda pengungsian.
“Selama masih di pengungsian tentu kita akan berikan dukungan. Tidak hanya yang ada di pengungsian, tapi kalau di rumah tapi mereka terdampak, belum bisa normal, ya tentu juga akan diberikan dukungan,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Banjir Sumatra Bukan Takdir, Ini Akar Masalah dan Solusi Agar Tak Terulang Lagi
-
BK DPRD DKI Alihkan Panggung BK Award 2025 untuk Galang Dana Bencana Sumatra
-
Menhut Segel 3 Subjek Perusak Hutan, Total 7 Terkait Banjir Sumatra, Ini Daftarnya
-
Kepala BNPB Sebut Banjir Sumatra Cuma Mencekam di Medsos: Auto Tuai Kritik Keras dari DPR
-
Kepala BNPB Sebut Pemulihan Pasca Bencana Sumatra Butuh Rp51,82 T
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS
-
Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah
-
Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!
-
DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang
-
Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral
-
Tarif Rp1 Bikin Transjakarta Diserbu, Penumpang Membludak di Kampung Rambutan
-
Orang Kencing Sembarangan Makin Tak Terkendali, Walkot New York Mau Bangun Toilet Rp62 Miliar
-
Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!
-
Donald Trump Longgarkan Aturan Ganja Medis, Pak Prabowo Gak Mau Ikutan?
-
DPR Ingatkan Risiko Global di Balik Wacana Tarif Kapal Selat Malaka