- Musrenbang HAM 2025 di Jakarta Pusat menekankan HAM sebagai fondasi utama pembangunan, melampaui sekadar pertumbuhan ekonomi.
- Forum ini bertujuan menerjemahkan prioritas HAM menjadi rencana aksi konkret mulai dari tingkat daerah hingga pusat.
- Hasil acara ini adalah perumusan program prioritas dan Rencana Tindak Lanjut untuk eksekusi pembangunan tahun 2026.
Suara.com - Pembangunan nasional tidak boleh lagi sekadar berlomba soal angka pertumbuhan ekonomi dan betonisasi infrastruktur. Di atas semua itu, ada hak asasi manusia (HAM) yang wajib menjadi fondasi utamanya.
Pesan inilah yang menjadi 'gebukan' utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan HAM (Musrenbang HAM) 2025 yang digelar Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM).
Bertempat di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, pada Senin (8/12/2025), forum strategis ini menjadi ajang bagi pemerintah untuk memastikan setiap rupiah dan program pembangunan yang digulirkan benar-benar berpihak pada martabat manusia, sejalan dengan mandat Asta Cita.
Menteri HAM, Natalius Pigai, menegaskan bahwa Musrenbang HAM bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah mekanisme krusial untuk menerjemahkan cita-cita luhur HAM ke dalam aksi nyata di level akar rumput, mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga pusat.
“Musrenbang HAM Tahun 2025 berfungsi sebagai forum nasional untuk memastikan prioritas pembangunan HAM diterjemahkan menjadi rencana, program, dan kegiatan konkret yang dikembangkan secara bertahap mulai dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota,” kata Pigai, Senin.
Lebih lanjut, Pigai memberikan sentilan keras bahwa pembangunan yang hanya fokus mengejar angka pertumbuhan tanpa memperhatikan dampaknya bagi masyarakat adalah sebuah kekeliruan. Menurutnya, makna sejati dari pembangunan adalah peningkatan kualitas hidup dan jaminan perlindungan bagi setiap warga negara.
“Harapan kita menuju Indonesia Emas 2045 yaitu setiap program pembangunan harus menjamin kualitas hidup, kesejahteraan, dan perlindungan HAM masyarakat. Itulah makna pembangunan HAM yang teknokratis,” jelasnya.
Gagasan ini diperkuat oleh Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, yang menyebut Musrenbang HAM sebagai sebuah ruang kolaborasi akbar.
Forum ini sengaja dirancang untuk meruntuhkan sekat-sekat ego sektoral, mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan dunia usaha, para akademisi, hingga koalisi masyarakat sipil dalam satu meja.
Baca Juga: Kementerian HAM Akan Kumpulkan Seluruh Data Hak Asasi Manusia Lewat Platform Ini
Tujuannya, bersama-sama mengawal dan memastikan pembangunan berjalan di atas rel keadilan dan kesetaraan.
“Forum ini menghimpun pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk memastikan pembangunan nasional menghadirkan keadilan dan kesetaraan sesuai prinsip-prinsip HAM,” ungkapnya.
Mugiyanto menambahkan, salah satu output konkret dari Musrenbang HAM 2025 adalah perumusan program-program prioritas HAM yang akan dieksekusi pada tahun 2026.
Program-program inilah yang nantinya akan menjadi fondasi untuk memperkuat ekosistem HAM yang solid, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Dukungan penuh juga datang dari parlemen. Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyatakan bahwa Musrenbang HAM harus menjadi momentum emas untuk menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap denyut nadi pembangunan.
Ia menekankan pentingnya kerja bersama antarlembaga untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Berita Terkait
-
Disorot Imbas Bencana Sumatera, PT Toba Pulp Lestari Konflik dengan Masyarakat
-
Kementerian HAM Akan Kumpulkan Seluruh Data Hak Asasi Manusia Lewat Platform Ini
-
Tepis Kekhawatiran Publik, Menteri HAM Klaim 80 Persen Revisi KUHAP Lindungi HAM
-
MenHAM Pigai Desak Polisi Usut Kematian Mahasiswa Unud Timothy Anugerah: Ada Kaitan Bullying?
-
Desak DPR, Pigai Ingin Korupsi Diakui Sebagai Pelanggaran HAM
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Marak OTT Kepala Daerah, Sekjen Golkar: Barangkali Politik Kita Terlalu Mahal
-
Korea Utara Bela Iran, Dukung Penuh Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS Israel
-
Bisa Diproses Hukum, Polri: Warga yang Dipalak THR Laporkan ke Hotline 110
-
Siap-siap Hujan Rudal Iran
-
11 Maret Ulang Tahunnya Suara.com, Mensos Gus Ipul: Terus Berikan Informasi yang Mencerahkan
-
Subuh Mencekam di Toronto: Konsulat AS Ditembaki OTK, Pelaku Kabur Pakai Honda CR-V
-
Wakil Bupati Rejang Lebong Tak Jadi Tersangka Meski Terjaring OTT, Begini Penjelasan KPK
-
Malam Berdarah di Tepi Barat! Desa Diserbu, 4 Warga Palestina Tewas, Israel Perluas Wilayah
-
Israel Panik: Rumah Benjamin Netanyahu Dijaga Ketat, Pejabat Kabur dan Berebut Rantis
-
Amerika Serikat Mulai Nantang Rusia, Peringatkan Kremlin Tak Ikut Campur Perang Iran