- Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengkritik penanganan bencana Sumatera yang diperparah oleh kinerja pejabat tidak kompeten.
- Ia mengkhawatirkan informasi tidak objektif sampai ke Presiden Prabowo karena adanya "geng pejabat" warisan lama.
- Peran media sosial dan warganet sangat krusial mengungkap fakta di lapangan yang berbeda dari laporan resmi.
Hal ini, menurut Pangi, terbukti dari blunder komunikasi sejumlah menteri belakangan ini.
"Nah, buktinya kan terakhir ada menteri-menteri yang bermasalah semua dalam komunikasinya kan," ujarnya.
Beruntung, menurut Pangi, peran media sosial dan warganet sangat membantu dalam mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi di lokasi bencana.
"Kemudian ketika netizen menyampaikan lewat media sosial situasi seperti itu, untung masih ada masyarakat yang mau menyebarkan informasi itu ya kan," katanya.
"Apakah itu komunitas, apakah influencer, apakah masyarakat, untung masih ada untuk melihat situasi oh enggak seperti itu," tambahnya.
Pangi menegaskan bahwa level kerusakan bencana kali ini sudah sangat parah dan di luar perkiraan.
"Ini situasinya sudah di luar dugaan kita nih bahaya bencana bukan bencana biasa, bencana yang sudah levelnya sudah kerusakannya minta ampun gitu," ungkapnya.
Namun, ia menyayangkan lambatnya tindak lanjut yang konkret.
"Nah, kemudian akhirnya tidak adalah kemudian tindak lanjut menjadi bencana," ucapnya.
Baca Juga: Pulang dari Rusia: Prabowo Minta Maaf di Aceh Tamiang, Pesan Jangan Tebang Pohon Sembarangan!
Kembali menyoroti kinerja kabinet, Pangi menyebut menteri-menteri sisa pemerintahan lalu menjadi masalah tersendiri bagi Presiden Prabowo.
"Nah, nama-nama menteri yang saya katakan bencana pejabat geng pejabat menteri sisa yang disebut geng Solo ini, ini kan juga menjadi problem menyimpan beban bagi Prabowo," terangnya.
Ia memprediksi hal ini dapat menggerus kepercayaan publik terhadap presiden.
"Lama-lama ini akan mengurus elektabilitas Prabowo, citra Prabowo, appropriating presiden level confidennya presiden Prabowo," jelas Pangi.
Pangi menegaskan rasa sayangnya kepada Presiden Prabowo, namun ia tidak bisa mentolerir cara kerja menteri-menteri lama tersebut, sembari mencontohkan klaim soal listrik.
"Kita sayang sama Presiden Prabowo, tapi kalau begini cara menteri-menteri lama dia, kita sebut nama misalnya ada yang kemarin 99% lampu menyala katanya," kritiknya.
"Faktanya enggak seperti itu, ketika netizen kita otaknya di atas rata-rata dilaporkan transparansi enggak begini enggak hidup lampu banyak ini," sambungnya.
Ia mempertanyakan kompetensi menteri terkait, termasuk dalam isu perizinan tambang.
"Nah itu kan menteri dari mana ya kan kok bisa begitu? Termasuk soal izin tambang, soal apa itulah konsesi dan seterusnya," tukasnya.
Kritik tajam juga dilayangkan Pangi terkait bantuan yang tidak relevan dengan kebutuhan korban bencana.
"Ada juga menteri yang kirim alat olahraga, kan enggak nyambung, ini gimana? menyala enggak otaknya ini ya kan pejabat seperti ini konslet ini, netizen otaknya di atas rata-rata, pejabat kita di bawah rata-rata," sindirnya.
Ia pun mempertanyakan proses seleksi para pejabat tersebut.
"Ini pejabat seperti ini kok bisa jadi pejabat ini gimana seleksinya mereka, jangan-jangan mereka suap semua ini jadi pejabat kalau begini modelnya," duganya.
Pangi juga menyoroti pernyataan pejabat terkait kebencanaan yang sempat viral, yang dinilai tidak peka.
"Ya, artinya ini masalah ini musibah belum ada kemarin menteri apa BNPB-nya juga, ini saya saya memaafkan, kita maafkan tapi kita tidak akan pernah melupakan pejabat dengan model seperti ini," tegasnya.
"Ini saya mewakili masyarakat atau tidak mewakili masyarakat, saya mengatakan Anda sudah menyakitkan hati rakyat, menyakitkan perasaan rakyat dan melukai hati rakyat dengan ngomong hanya mencekam di media sosial. Ke mana mata-matanya dia punya? Ke mana anak buahnya? Ke mana laporan selama ini? Dia sudah masuk rekor MURI yang menyakiti hati rakyat," seru Pangi.
Ia menegaskan bahwa masyarakat mungkin memaafkan, namun rekam jejak tersebut tidak akan terlupakan.
"Jadi bagi saya kita memaafkan iya tapi tidak bisa melupakan situasi semacam ini," katanya.
"Mungkin dia hanyut dengan keluarganya baru mencekam mungkin ya kalau begitu caranya atau titik koordinatnya salah mungkin ditaruh di Cikini ya enggak mencekam lah," sindirnya lagi.
Pangi juga menyinggung soal pembukaan lahan hutan secara masif dan menuntut tanggung jawab nyata kepada rakyat.
"Tapi ketika ini terjadi kok ada apa pembukaan izin hutan yang besar-besar juga hari ini terjadi kan. Nah, maksud saya jangan dibuat kita dengan ya bilang akan ada penindakan ada akan kita tindak apa-apa ya udahlah bayar ajalah ya kerugian rakyat R miliar satu nyawa yang hilang enggak usah muluk-muluklah," pungkasnya.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
-
ESDM Mau Perpanjang Kebijakan Pembelian BBM Subsidi Tanpa QR Code di Aceh, Sumut, Sumbar
-
Prabowo Pastikan Anggaran Huntara dan Huntap Korban Bencana Sumatra Cair, Tapi...
-
Klaim Asuransi Bencana Sumatra Nyaris Rp1 Triliun, Ini Rinciannya
-
Pulang dari Rusia: Prabowo Minta Maaf di Aceh Tamiang, Pesan Jangan Tebang Pohon Sembarangan!
-
Apa Saja Bantuan Irish Bella dan Suami untuk Bencana Sumatra-Aceh? Pasang Banner Besar Digunjing
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang
-
Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
-
Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa
-
Epixlore Gelar Time Trial di Bandung Jelang BDG100 Ultra, Hadiah Utamanya Seekor Kambing
-
Sosok Sespri Prabowo, Rizky Irmansyah: Karier, Jabatan, dan Gaji