- BGN menilai limbah program MBG berpotensi mendukung ekonomi sirkular melalui daur ulang menjadi kredit karbon.
- Menurut BGN, skema kredit karbon dari limbah makanan relatif lebih sederhana dibandingkan sumber lain seperti hutan bakau.
- BGN berencana meluncurkan proyek percontohan untuk memonetisasi kredit karbon dari pengolahan limbah makanan program MBG.
Suara.com - Limbah makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi mendukung ekonomi sirkular dengan cara didaur ulang menjadi kredit karbon.
Hal itu disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul praktik pengelolaan limbah makanan yang dinilai lebih sederhana dibanding sumber kredit karbon lainnya.
Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, mengatakan kredit karbon dapat dihasilkan dari berbagai sumber, seperti hutan bakau, lahan gambut, hingga limbah makanan. Namun, menurutnya, skema dari limbah makanan relatif lebih mudah dijalankan.
“Kredit karbon bisa berasal dari bakau, lahan gambut, dan limbah makanan. Tapi bakau dan gambut itu persyaratannya jauh lebih kompleks. Limbah makanan lebih sederhana,” kata Dian ditemui di SPPG Mutiara Keraton Solo di Bogor, Selasa (16/12/2025).
Meski demikian, ia menegaskan tidak semua limbah bisa langsung dikonversi menjadi kredit karbon. Limbah tersebut harus memenuhi standar tertentu.
"Bisakah semua limbah diubah menjadi kredit karbon? Tidak. Hanya limbah yang dapat ditimbang, diukur, dan diverifikasi dengan standar internasional," katanya.
Dian menjelaskan, kredit karbon dari pengolahan limbah makanan bisa diperdagangkan di pasar karbon sukarela.
Namun, ia juga mengingatkan adanya keterbatasan dalam pasar sukarela. Kredit karbon yang diperdagangkan di skema tersebut tidak termasuk dalam upaya nasional maupun komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris terkait perubahan iklim.
Praktik serupa sebelumnya telah dilakukan oleh Yayasan Jimmy Hantu di Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: BGN Dorong SPPG Turun Langsung ke Sekolah Beri Edukasi Gizi Program MBG
Yayasan tersebut mengolah sisa makanan dari program MBG di SPPG Mutiara Keraton Solo menjadi kompos dan biogas, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai pakan belatung yang kemudian digunakan untuk pakan ternak.
Dian menyebut, pada awalnya pengelola yayasan tidak menyadari bahwa pengelolaan limbah sederhana tersebut memiliki potensi lingkungan dan ekonomi yang lebih luas.
"Apa yang dilakukan Bapak Jimmy memiliki manfaat lingkungan, manfaat sosial, dan bahkan memiliki potensi bisnis," katanya.
Melihat potensi tersebut, BGN kini tengah menjajaki langkah untuk memperkuat ekonomi sirkular dengan memonetisasi kredit karbon yang berasal dari limbah makanan program MBG.
Sebagai tindak lanjut, BGN berencana meluncurkan proyek percontohan untuk skema tersebut.
Berita Terkait
-
Badan Gizi Nasional Dorong UMKM dan Masyarakat Lokal Jadi Tulang Punggung Program MBG
-
Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 50,3 Juta Penerima di Seluruh Indonesia
-
BGN Dorong SPPG Turun Langsung ke Sekolah Beri Edukasi Gizi Program MBG
-
Tak Lagi Masuk Halaman Sekolah, Begini Aturan Baru Mobil Pengantar MBG
-
BGN Minta Kepala SPPG Awasi Ketat Proses Memasak dan Distribusi MBG
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas