- Jakarta resmi berganti status menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) pada Maret 2025, ditandai insiden bencana hidrometeorologi.
- Sepanjang 2025, Jakarta menghadapi banyak tragedi kebakaran signifikan seperti di Glodok Plaza dan Pasar Taman Puring.
- Kondisi lingkungan memburuk dengan isu krisis air bersih pada Mei dan puncak kebakaran hebat terjadi pada September.
Mei: Krisis Air Bersih dan Udara Kotor
Warga Jakarta Barat mengalami krisis air bersih selama 48 jam akibat kebocoran pipa utama PAM Jaya yang berdampak pada penghentian suplai ke 15 kelurahan.
Kualitas udara ibu kota pun memburuk memasuki musim kemarau dengan indeks polusi (AQI) yang kerap menyentuh angka merah atau tidak sehat.
Juni: Kado Ulang Tahun Kota Global
Perayaan HUT Jakarta ke-498 ditandai dengan peresmian kawasan integrasi transportasi publik di Jakarta International Stadium (JIS) yang kini terhubung dengan stasiun KRL dan LRT.
Pemprov juga meluncurkan program renovasi kampung kumuh menjadi Kampung Susun di Jakarta Utara demi sanitasi yang lebih baik dan pengurangan risiko kebakaran.
Juli: Tangis Pedagang Taman Puring
Pedagang di Pasar Taman Puring berduka setelah 500 kios ludes terbakar pada 28 Juli akibat dugaan arus pendek listrik di blok sepatu.
Kerugian ekonomi dari insiden tragis ini ditaksir melampaui angka Rp25 miliar karena banyaknya stok barang dagangan yang hangus.
Baca Juga: Pramono Anung Umumkan UMP Jakarta Besok: Mudah-Mudahan Nggak Ada yang Mogok Kerja!
Agustus: Teror Api di Lahan Kering
Kantor Gegana di Salemba mengalami kebakaran yang dipicu oleh ledakan kecil di ruang logistik pada akhir bulan Agustus.
Cuaca panas ekstrem juga memicu maraknya kebakaran lahan kosong di wilayah Cakung dan Marunda yang penuh dengan tumpukan sampah kering.
September: Puncak Musim Kebakaran
September tercatat sebagai bulan paling membara dengan frekuensi kebakaran mencapai rata-rata 3 hingga 5 kejadian setiap harinya di Jakarta Pusat dan Utara.
Krisis air baku di Waduk Jatiluhur turut memperparah kondisi dengan adanya ancaman defisit pasokan air ke wilayah Jakarta.
Berita Terkait
-
Pramono Anung Umumkan UMP Jakarta Besok: Mudah-Mudahan Nggak Ada yang Mogok Kerja!
-
Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Natal 24-25 Desember, Ini Jadwalnya
-
Persiapan Gereja Katedral Jakarta Jelang Natal 2025
-
Rawan Roboh Selama Cuaca Ekstrem, Satpol PP DKI Jakarta Tertibkan 16 Reklame Berbahaya
-
Demo di Balai Kota, Buruh Jakarta Tagih Janji 'Manusiakan Pekerja' Lewat UMP Rp5,8 Juta
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak