- Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menyoroti TNI swadaya mobilisasi alat bencana di Sumatera meskipun anggaran tersedia.
- Said meminta BNPB lebih proaktif mengoordinasikan kebutuhan anggaran bencana Sumatera kepada Kementerian Keuangan segera.
- Anggaran penanganan bencana Sumatera ada, namun koordinasi cepat dan pengorganisasian yang baik di lapangan sangat dibutuhkan.
Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyoroti adanya laporan mengenai TNI yang masih harus melakukan swadaya untuk memobilisasi alat dalam penanganan bencana di Sumatera.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut seharusnya tidak terjadi, mengingat anggaran negara sebenarnya telah dialokasikan untuk penanganan bencana.
Said meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai lead sector untuk lebih proaktif dan cepat dalam mengoordinasikan kebutuhan anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Harusnya apa yang dialami oleh TNI tidak terjadi jika BNPB sebagai lead sector penanganan bencana di Sumatera bisa lebih cepat dalam pengajuan anggaran ke Kemenkeu. Saya kira Menkeu juga bisa memberikan respons dukungan anggaran yang cepat bila BNPB bisa lebih mengoordinasikan kebutuhan anggaran,” ujar Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Said mengungkapkan bahwa secara administratif, APBN 2025 masih memiliki dana on call sekitar Rp500 miliar yang dikhususkan untuk penanganan bencana di Sumatera.
Selain itu, terdapat alokasi anggaran pada Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) yang bisa digunakan melalui Peraturan Presiden.
“Poinnya, anggaran penanganan bencana di Sumatera ada alokasinya. Yang dibutuhkan adalah koordinasi yang cepat dan pengorganisasian yang baik di lapangan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Secara khusus, Said mengapresiasi peran Zeni Tempur TNI AD yang mengerahkan jembatan bailey untuk membuka akses wilayah terisolasi.
Namun, ia menyayangkan jika biaya mobilisasi dan pemasangannya harus ditanggung secara swadaya oleh internal TNI.
Baca Juga: Penanganan 7 Ruas Jalan Nasional Terdampak Pasca Bencana di Aceh Tamiang Berangsur Pulih
“Kebutuhan anggaran untuk mobilisasi dan pemasangan jembatan bailey juga tidak terlalu besar. Sangat mungkin hal itu bisa dilakukan cepat jika koordinasi lintas sektor berjalan dengan baik. Jangan sampai penanganan bencana berlarut-larut karena lemahnya pola koordinasi,” tambahnya.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menambah jumlah jembatan bailey nasional guna menghadapi situasi darurat di masa depan. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam prosedur birokrasi yang berbelit saat menghadapi bencana.
“Kecepatan penanganan bencana menjadi kunci penting. Kita jangan terjebak prosedur birokrasi yang berbelit. Kunci penting penanganan bencana adalah keselamatan rakyat. Cara pandang itu yang harus menjadi acuan kita,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Penanganan 7 Ruas Jalan Nasional Terdampak Pasca Bencana di Aceh Tamiang Berangsur Pulih
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di 3 Provinsi, 7 Blok di Aceh Tamiang Segera Berdiri
-
Reformasi yang Direvisi Diam-Diam: Apa yang Sebenarnya Hilang di 2025?
-
Sekolah di Tiga Provinsi Sumatra Kembali Normal Mulai 5 Januari, Siswa Boleh Tidak Pakai Seragam
-
Mendagri: Libatkan Semua Pihak, Pemerintah Kerahkan Seluruh Upaya Tangani Bencana Sejak Awa
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
Terkini
-
Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang
-
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon
-
Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi
-
Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI
-
Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang
-
Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel
-
Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?