- Puluhan mahasiswa UNISA Yogyakarta keracunan makanan ringan pada Senin (29/12/2025) saat kegiatan ECE di RS Jiwa Grhasia.
- Penyebab pasti keracunan masih diselidiki, sampel makanan (seperti risoles mayo) dikirim ke laboratorium dan butuh waktu minimal tujuh hari.
- RS Jiwa Grhasia memanggil penyedia katering eksternal, yang akan menanggung semua biaya perawatan non-BPJS korban.
Ia bilang mekanisme pengadaan konsumsi telah mengikuti kebijakan pemerintah. Termasuk kewajiban pengadaan elektronik untuk transaksi di atas Rp2 juta melalui marketplace.
Kemudian baru pada malam hari hingga dini hari setelah kegiatan, kata Akhmad, rumah sakit menerima laporan adanya keluhan kesehatan dari sebagian peserta.
Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, diare, demam, hingga pusing dengan waktu kemunculan yang bervariasi.
Penyedia Dipanggil, Biaya Ditanggung
Akhmad menegaskan bahwa pihak rumah sakit belum menetapkan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil resmi diterbitkan.
Pihaknya menegaskan saat ini belum akan mengambil langkah hukum mengenai peristiwa tersebut.
Sebagai bagian dari tindak lanjut, RS Jiwa Grhasia telah memanggil pihak penyedia katering pada 2 Januari 2026.
Bahkan, ia bilang, keluarga penyedia pun dilaporkan mengalami dampak keracunan serupa usai mengonsumsi makanan yang sama.
"Bentuk tanggungjawab, semua bentuk pembiayaan yang tidak ditanggung BPJS akan ditanggung penyedia," terangnya.
Baca Juga: Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Bertambah, Total 345 Orang
Kondisi Terkini Mahasiswa
Hingga 5 Januari 2026, Akhmad mengungkap dari total 22 mahasiswa yang sempat menjalani rawat inap, sebanyak 20 orang telah diperbolehkan pulang. Saat ini masih terdapat dua mahasiswa yang menjalani perawatan.
"Sampai hari ini tanggal 5 Januari 2026 dari 22 korban atau orang terdampak yang rawat inap di rumah sakit, 20 sudah dipulangkan, sekarang masih ada 2 yang rawat inap," ujarnya.
Dua mahasiswa tersebut masing-masing dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping dan RS Sakinah Idaman dengan kondisi terpantau stabil.
Kampus Pastikan Pemantauan Berjalan
Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta Dewi Rokhanawati menyatakan kondisi mahasiswa secara umum terus membaik.
Ia mengatakan bahwa, ECE merupakan bagian dari implementasi kurikulum mata kuliah keperawatan jiwa. Program ini telah rutin dilaksanakan selama bertahun-tahun.
Selain itu, peristiwa kemarin merupakan gelombang terakhir atau ke tujuh program tersebut sepanjang 2025. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 mahasiswa keperawatan semester lima.
"Jadi memang kegiatan rutin dan tahun-tahun sebelumnya sudah ada," kata Dewi.
Menurut Dewi, waktu munculnya keluhan sangat beragam dan pihak kampus terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh mahasiswa peserta.
"Kapan mulai keluhan memang sangat bervariasi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Kembali Terjadi, BGN Janji Benahi Sistem Pengawasan
-
Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Bertambah, Total 345 Orang
-
Misteri Keracunan 1.315 Siswa Terpecahkan: BGN Temukan Kadar Nitrit Hampir 4 Kali Lipat Batas Aman
-
4 Virus dan Bakteri yang Bisa Picu Keracunan Makanan, Apa Saja?
-
Puluhan Siswa SDN 01 Gedong Pasar Rebo Keracunan MBG, Mi Goreng Pucat dan Bau Diduga Jadi Pemicu
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah